Saturday, November 12, 2011

Dan Brown Dan Davinci Code


Semua novel yang ditulis Dan Brown memang bertutur seputar konspirasi. Sejak Digital Fortress, Deception Point, Angels and Demons, The Da Vinci Code, dan kabarnya—entah kapan terbit—The Solomon Keys, semuanya sarat dengan konspirasi dan kelompok-kelompok bawah tanah. Apakah itu semua konspirasi Yahudi? Belum tentu. Yang jelas, semua itu konspirasi kelompok Luciferan yang memang bertujuan untuk menciptakan The New World Order yang sepenuhnya sekular. Kita harus bisa membedakan Yahudi sebagai ras, dan Yahudi sebagai ideologi satanic. Yang terakhir inilah yang memusuhi semua agama, termasuk Islam.

Apakah konspirasi yang ditulis Dan Brown benar-benar ada? Menurut Dan Brown dalam bukunya memang demikian. Namun namanya saja konspirasi, teramat sukar untuk bisa memastikannya benar atau tidak. Namun saya bisa pastikan jika beberapa hal yang ditulis Dan Brown memang benar ada, seperti “mesin pemecah partikel tuhan” seperti yang ada di dalam Benteng Digital, kelompok-kelompok Templar, Mason, dan Opus Dei, dan sebagainya.

Dan apakah Dan Brown seorang anggota oranisasi rahasia Yahudi? Ini pun saya tidak bisa menjawabnya, karena memang belum ada literatur terpercaya tentang hal itu. Sampai saat ini saya belum bisa memastikan hal tersebut.

Sebenarnya, kita tidak perlu takut dengan novel-novel yang diketengahkan seorang Dan Brown. Menurut saya, novel-novel itu biasa-biasa saja, walau alurnya sangat cepat, sehari saja, dan penuh dengan kejutan di sana-sini. Hal tersebut memperlihatkan betapa Dan Brown didukung oleh tim riset yang tidak main-main. Bahan bacaannya pun pasti banyak. Dan Brown seorang yang sangat serius jika sudah bekerja, sehingga untuk menghasilkan novel paling boomingnya, The Da Vinci Code, dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai guru di New Hampshire dan fokus menulis novel. Dia mengontrak sebuah rumah di dekat rumahnya untuk dijadikan ‘kantor’ dan pergi ke tempat itu setiap pukul 04.00 pagi dan langsung menulis. Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Dan Brown saya persilakan membaca buku “The Man Behind The Da Vinci Code: An Unauthorized Biography of Dan Brown” karya Lisa Rogak (2005) yang sudah diindonesiakan menjadi “Biografi Dan Brown” (Ufuk Press, 2006).

Dalam hal “daya rusak” akidah, novel-novel Dan Brown tidak ada apa-apanya ketimbang serial “Harry Potter” dan banyak serial “Walt Disney”. Harry Potter lebih sarat dengan simbol-simbol dan ritual Lucifeian, yang banyak di antaranya dipaparkan dengan sangat gamblang. Sedangkan Walt Disney jah lebih halus. 
Share on :

0 comments:

 
© Copyright Panitia Hari Kiamat 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.