Thursday, September 29, 2011

CIA Sensor Buku 9/11

DINAS Pusat Intelijen Amerika Serikat (AS) CIA telah menyensor banyak bagian dari sebuah buku tentang serangan 9/11 karya seorang mantan agen FBI.

CIA tidak akan mengizinkan publikasi seluruh bagian memoar Ali H Soufan, mantan agen Biro Penyelidik Federal FBI yang bertugas bertahun-tahun di pusat pertempuran melawan Al-Qaeda, demikian New York Times melaporkan, Kamis (25/8).

Dalam buku itu, Soufan berpendapat bahwa CIA melewatkan kesempatan untuk menggagalkan insiden 9/11 dengan menyembunyikan informasi dari FBI. Informasi itu tentang dua pembajak 9/11 yang tinggal di San Diego.

Soufan juga memberi rincian dan cerita dari tangan pertama tentang langkah agen mata-mata AS untuk melakukan penyiksaan brutal terhadap para tahanan yang diinterogasi. Dia mengatakan metode kasar itu tidak perlu dan kontraproduktif.

Soufan, agen kontraterorisme yang memainkan peran sentral dalam sebagian besar investigasi terorisme antara 1997 hingga 2005, telah mengatakan kepada rekannya, bahwa dia yakin sensor atas bukunya tidak bertujuan untuk melindungi keamanan nasional. Namun, sensor itu untuk mencegah dia menceritakan seluruh episode yang akan berakibat buruk terhadap CIA.

Dalam surat yang dikirim pada 19 Agustus kepada penasehat umum FBI, Valerie E Caproni, pengacara Soufan, David N Kelley, menulis, “Sumber yang dapat dipercaya mengatakan kepada Tuan Soufan, CIA telah membuat keputusan bahwa bukunya seharusnya tidak terbit karena akan membuat malu lembaga.”

Soufan menyebut sensor CIA sebagai tindakan “konyol”. Dia bertekad akan mengembalikan bagian yang disensor itu pada edisi kedua.

Dia mengatakan, para pejabat kontraterorisme AS memiliki kewajiban untuk jujur dan mengakui, “kami telah melakukan kesalahan dan mengecewakan rakyat Amerika.”

Buku berjudul “The Black Banners: The Inside Story of 9/11 and War Against Al-Qaeda” ditulis dengan bantuan Daniel Freedman, rekan Soufan di sebuah perusahaan keamanan New York, dan dijadwalkan akan mulai dijual pada 12 September.

Pegawai pemerintah AS yang memiliki izin keamanan harus menyerahkan karya tulis mereka untuk diperiksa dalam kaitan dengan informasi rahasia sebelum diterbitkan. Namun, karena keputusan tentang apa yang harus dihapus bisa sangat subjektif, maka pemeriksaan itu pun sering menjadi kontroversi.

Beberapa mantan mata-mata AS pernah mengadu ke pengadilan untuk melawan sensor atas buku mereka.

Kementerian Pertahanan AS bahkan pernah menghabiskan 50.000 dolar AS tahun lalu untuk membeli dan menghancurkan seluruh buku karya pejabat intelijen. Alasannya, buku itu memuat banyak rahasia negara.
Share on :

0 comments:

 
© Copyright Panitia Hari Kiamat 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.