Popular Posts

Showing posts with label Yahudi. Show all posts
Showing posts with label Yahudi. Show all posts

Dajjal-Illuminati VS Kristen-Islam-Yahudi

Wednesday, May 23, 2012

Dajjal-Illuminati VS Kristen-Islam-Yahudi
Illuminati Membenci Yahudi. “Pada satu titik dalam proses dimana timbul masalah, Illuminati sepenuhnya menumpahkan kebencian setan kepada orang-orang Yahudi,” “Kita terlalu banyak membaca di luar sana yang jatuh ke dalam kebohongan bahwa konspirasi pada tingkat yang tertinggi adalah Yahudi. Memang tampaknya seperti itu, dan banyak data yang sulit untuk membantahnya, akan tetapi dunia memiliki pengetahuan dari tangan pertama mengenai kedalaman kebencian terhadap Yahudi yang sebenarnya, Orang-orang ini bukan Bankir Zionis, tapi benar-benar Goyim.” Semua tokoh orang Yahudi memiliki peran yang tidak sepadan dalam Illuminati New World Order. Bagaimana kita menjelaskan kontradiksi ini? Illuminati mendorong orang-orang Yahudi untuk berasimilasi, saling-menikah, mengubah nama mereka dan bahkan untuk memeluk agama Kristen. Mereka memanfaatkan pengikutnya dan dipilih untuk memajukan agenda setannya dengan cara menghancurkan peradaban Kristen dari dalam. (terhadap Islam juga dilakukan hal yang sama) Illuminati membenci agama Yahudi: “Orang-orang yang beragama Yahudi secara historis berperang melawan penyembah setan. Lihat Deuteronomy dan Perjanjian Lama bagaimana Tuhan melalui orang-orang beragama Yahudi berusaha untuk mensucikan tanah tempat kelompok penyembah setan yang menjalankan ritualnya di sana, seperti kepada penyembah Baal, Ashtarte, dan dewa-dewa bangsa Kanaan serta Babilonia lainnya. Sebagai kesimpulan, sebuah kelompok Pemuja Setan mengendalikan dunia. Mereka tidak hanya terdiri dari Yahudi, Islam ataupun Kristen akan tetapi mereka para pengikut Setan yang berpura-pura mengaku sebagai Yahudi, Islam dan Kristen. Beberapa Kasus Illuminati Lambang atau Logo kedokteran Indonesia menyerupai persis dengan logo Brotherhood of the Snake atau Kelompok Persaudaraan Ular, merupakan nama sebuah kelompok pengikut iblis yang paling awal lahir di dunia. Dari berbagai literatur sejarawan Barat, seperti yang ditulis J. Robinson dalam ‘The Secret Society’, kelompok persaudaraan ular inilah yang mengemban misi menyebarkan kesesatan kepada umat manusia sejak zaman Nabi adam a.s. hingga zaman kiwari. Bahkan diduga kuat jika dari kelompok inilah lahir gerakan-gerakan penyesatan terhadap agama-agama samawi dunia. Kabbalah dan Talmud, sebagai doktrin iblis yang sampai sekarang dipercaya dengan segenap jiwa dan raga oleh kalangan Zionis sebagai pandangan hidup, juga berasal dari kelompok ini. Di zaman purba, kelompok iblis ini menyempal di banyak pusat peradaban dunia. Mereka menjadi penasehat Raja Namrudz dan menghasut agar Ibrahim a.s. dibunuh. Saat Firaun berkuasa, mereka menamakan diri sebagai para pendeta Amon yang berada di lingkaran elit kekuasaan, lewat salah seorang tokohnya yang bernama Samiri (Shamir), mereka berupaya untuk terus menyesatkan Bani Israil dan menentang Musa a.s. Di zaman Nabi Isa, kelompok iblis ini menjadi provokator bagi upaya pengejaran yang dilakukan Raja Herodes dan mereka dikenal sebagai para pendeta Sanhendrin. Bagi yang pernah menonton film The Passion of The Christ (disutradarai oleh Mel Gibson yang anti Zionis) yang menuturkan kisah penderitaan Yesus sebelum disalib, kita akan bisa melihat di mana setiap kali kelompok Sanhendrin mencerca dan memaki Yesus, maka iblis selalu menampakkan diri di tengah-tengah kelompok ini. Ke dalam Yudaisme, mereka merusak Taurat dan membuat Talmud yang dinyatakan mereka sebagai kitab suci yang lebih mulia ketimbang Taurat Musa. Ke dalam ajaran Nabi Isa a.s., mereka mengubah ajaran Isa a.s. yang sebenarnya terbatas hanya untuk kaumnya, menjadi sebuah ajaran yang ekspansif lewat tangan seorang Yahudi dari Tarsus bernama Paulus yang membuat Injil Perjanjian Baru. Ke dalam agama Islam, seorang Yahudi dari Yaman bernama Abdullah bin Saba’ pun bekerja untuk memecah umat tauhid ini menjadi dua golongan: Sunni dan Syiah. Inilah kerja kelompok ular yang sangat memusuhi ajaran yang lurus. Di mana mereka berada, mereka selalu memberi sinyal keberadaan mereka dengan simbol-simbol ular. Mahkota emas Firaun di depannya ada lambang dua ular. Kuil Laelarium kota maksiat bernama Pompeii yang kemudian dihancurkan Allah lewat meletusnya Gunung Vesuvius namun bukti-bukti keberadaannya masih lestari hingga detik ini, juga terdapat banyak simbol-simbol ular. Demikian pula dengan simbol-simbol para Dewa Matahari yang bertebaran di muka bumi sampai ke Amerika Latin. Banyak dari motif dari bentuk Circle Crop. Dan dari logika yang masuk akal maka circle crop adalah dibuat oleh Non Aliens. Circle Crop lebih masuk akal apabila dibuat oleh sebangsa mahluk beda dimensi/Jin. Mahluk yang sama dikisahkan pernah memindahkan istana dan singgasana Ratu Balqis ke hadapan Nabi Sulaiman as dalam waktu kurang dari sekedipan mata (dengan ijin ALLAH). Memindahkan sebuah kerajaan saja mampu dilakukan dalam hitungan detik, apalagi hanya membuat satu atau beberapa Circle Crop dalam waktu semalam. Masih ingat kisah legenda Jawa Larajonggrang dan Bandung Bandawasa? Kurang lebih intinya ada kesamaan. Jonggrang siap menerima pinangan Bandawasa asalkan dibuatkan seribu candi dalam waktu semalam. Nah Bandawasa merasa mustahil memenuhi permintaan Jonggrang, maka dia meminta bantuan dari rekan-rekannya dari golongan jin (siluman). Ada lagi kisah legenda Gunung Tangkuban Perahu. Sangkuriang mustahil membuat sebuah perahu sebesar gunung dalam waktu singkat. Lagi-lagi dia dibantu oleh mahluk lintas dimensi. Memang tidak semua simbol-simbol Crop Circle itu adalah simbol illuminati. Atau mungkin karena kita tidak tahu arti dari simbol tersebut. Atau juga sengaja muncul simbol baru mereka, atau juga memang sengaja dibuat membingungkan. Kita tidak pernah tahu. Yang (mendekati) pasti adalah mereka menantikan saat-saat dunia ini berada dibawah satu pemerintahan, satu komando, dan yang mengerikan, . . . satu kepercayaan (keyakinan / agama). Mereka menantikan NEW WORLD ORDER benar-benar di implementasikan secara nyata dan terang-terangan setelah berpuluh tahun beroperasi (secara) dibelakang layar. Kita semua, suka tidak suka, sadar tidak sadar, sekarang sudah berada dalam cengkeraman New World Order, cengkeraman kerajaan yang diperintah oleh para elit yang bekerja sama dengan mahluk supra natural untuk menjalankan agenda kedatangan Dajjal, The Antichrist, The False Mesiah. Circle Crop hanyalah bagian kecil dari tanda-tanda kedatangannya.
Read Post | comments

Mengintip “sesuatu” dibalik Program E-KTP

Monday, December 19, 2011

PENGADAAN Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik sedang berlangsung. Sosialisasi proyek berbiaya Rp5,84 triliun itu terus digalakkan. Salah satu manfaat yang menjadi ‘jualan’ pemerintah adalah, e-KTP akan mampu berkontribusi bagi keamanan nasional, khususnya dalam menekan ruang gerak para teroris.

Terduga teroris kerap ditemui dengan banyak identitas palsu. Dengan e-KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), identitas palsu diklaim akan segera dapat diketahui karena tertolak oleh sistem.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Kipord:
Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik ,Acara olahraga, acara musik
bisnis, bisnis online,kehamilan, pengalaman, acara olah raga, acara musik.
--------------------------------------------------------------------------------------------

Keyakinan tersebut boleh jadi dapat diperdebatkan.

Di era teknologi informasi yang semakin canggih, data keamanan nasional tingkat tinggi sekalipun rentan terhadap aktivitas para peretas dan pencuri data. Kasus bocornya ratusan ribu dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) oleh Wikileaks bisa menjadi contoh.

Namun, pemerintah tetap yakin. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sang pemilik proyek, mengklaim e-KTP a la Indonesia tidak akan dapat ditembus serta disalahgunakan. Keyakinan itu mereka wujudkan dengan melibatkan bantuan dari 15 lembaga seperti BIN, BPPT, ITB, dan Lembaga Sandi Negara.

Pertanyaannya kini, bagaimanakah jika penyalahgunaan data e-KTP dilakukan negara?


Satu hal yang mungkin belum menjadi concern publik, dalam kaitan dengan e-KTP, adalah keterlibatan L-1 Identity Solutions sebagai penyuplai perangkat perekam sidik jari atau AFIS (Automated Fingerprint Identification System) dalam proyek e-KTP di Indonesia.

Perhatian publik selama ini tertuju pada dugaan adanya kolusi dan korupsi dalam tender pengadaan e-KTP. Seperti pernah dilaporkan secara khusus oleh sebuah media nasional, pemenang tender sudah dirancang sedari awal. Sejumlah rapat, yang dihadiri pihak penawar (yang kemudian menjadi pemenang), sejumlah vendor (termasuk perwakilan L-1), dan pemilik tender (pemerintah) terjadi jauh sebelum pemenang tender diumumkan.



L-1 Identity Solutions

TERLEPAS dari semua itu, ada baiknya kita mencermati keberadaan L-1 dalam proyek e-KTP (L-1 mengutus seorang Lead Solution Architect ke Indonesia selama pengadaan e-KTP), bukan dalam konteks kolusi proyek tapi keamanan nasional.

L-1 Identity Solutions Inc., perusahaan besar dengan nama besar, tapi kredibilitas meragukan. L-1, berbasis di Stamford, Connecticut, AS, adalah salah satu kontraktor pertahanan terbesar. Perusahaan, yang berdiri pada Agustus 2006, ini mengambil spesialisasi dalam bidang teknologi identifikasi biometrik (seperti sidik jari, retina, dan DNA). L-1 juga menyediakan jasa konsultan dalam bidang intelijen.

Pendapatan L-1 per tahun diperkirakan mencapai angka US$1 miliar pada 2011. Stanford Washington Research Group, dalam lapoannya, menyebut L-1 sebagai pemimpin pasar internasional proyek identitas biometrik yang diperkirakan bernilai US$14 miliar selama periode 2006-2011.

L-1 menebar proyek hingga ke lebih daripada 25 negara. Di AS, L-1 digandeng Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri dalam proyek visa, paspor, dan SIM. Sejumlah kalangan menyebut L-1 kian memonopoli bisnis identitas di AS, dan secara global, apalagi setelah mereka diakuisisi Safran Morpho, perusahaan keamanan multinasional asal Prancis, pada Juli 2011.

Jika melihat siapa di balik L-1, maka kita tak perlu heran melihat prestasi “bebas-hambatan” di atas. Manajemen puncak L-1, secara khusus, memiliki sejarah hubungan dekat dengan CIA, FBI, dan organisasi pertahanan AS lainnya. Mereka, pada umumnya, memiliki latar belakang dan rekam jejak yang seharusnya membuat kita tidak nyaman.

L-1 mencatat nama George Tenet, mantan Direktur CIA, dalam dewan direktur. Pada 2006, CEO L-1 Robert V LaPenta pernah berujar, “Anda tahu, kami tertarik dengan CIA, dan kami memiliki Tenet.” Tenet terkenal berkat kemahiran berdusta. Dia terungkap memberi informasi intelijen palsu kepada diplomat AS soal keberadaan senjata pemusnah massal di Irak, yang kemudian berujung pada invasi Irak 2003.

Ada nama lain, seperti Laksamana James M Loy sebagai direktur. Karir Loy merentang dari komandan US Cost Guard (1998-2002), wakil menteri untuk Keamanan Transportasi (2002-2003), dan wakil menteri keamanan dalam negeri (2003-2005).

Robert S Gelbard, salah satu anggota dewan direktur, pernah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden AS untuk Balkan pada masa pemerintahan Bill Clinton. Yang lebih menarik, mantan wakil menteri luar negeri 1993-1997 itu pernah bertugas di Indonesia sebagai duta besar pada 1999-2001.

Nama direktur lainnya adalah BG (Buddy) Beck, bekas anggota Dewan Sains Pertahanan (DBS), yang memberi rekomendasi perkara iptek kepada militer AS. Lalu, Milton E Cooper, mantan kepala Dewan Penasehat Sains Nasional, lembaga yang menginduk kepada militer. Dan Louis H Freeh, mantan direktur FBI (1993-2001).

Safran Morpho, pemilik baru L-1 juga tak terlalu ‘bersih’ dalam urusan figur kontroversial. Di sana duduk Michael Chertoff, mantan menteri Keamanan Dalam Negeri AS pada masa pemerintahan George W Bush, sebagai penasehat strategis. Chertoff adalah salah seorang perancang USA PATRIOT Act, undang-undang yang menumbuhsuburkan pengawasan dan penyadapan oleh FBI terhadap telepon, e-mail, dan data pribadi lainnya. Chertoff juga pendukung maniak pemindaian seluruh tubuh (full body scanning) (teknologi pemindai “full body” yang diterapkan AS mampu menunjukkan permukaan telanjang kulit di bawah pakaian, termasuk lekuk payudara dan kemaluan. Bahkan, versi terbaru dilaporkan bisa menghadirkan image “full color”).

Nama di atas tentu saja tak bisa secara langsung dihubungkan dengan potensi ancaman e-KTP terhadap keamanan nasional Indonesia. Namun, kedekatan mereka dengan intelijen dan militer negara Abang Sam sudah seharusnya menjadi perhatian.

Di AS sendiri, muncul gerakan publik “Stop Real ID”. Gerakan itu menolak proyek “Real ID” (semacam e-KTP). Demikian pula di India. Koalisi LSM pemerhati hak sipil membentuk gerakan yang menolak proyek Unique Identity Number (UID) yang disebut “Aadhaar”. Gerakan itu mereka sebut “Say No to Aadhaar”. Baik Real ID di AS maupun Aadhaar di India melibatkan L-1 Identity Solutions sebagai vendor dan konsultan.

Potensi Ancaman

POTENSI ancaman e-KTP terhadap keamanan nasional, lebih jauh, bisa dilihat dengan memerhatikan indikasi berikut.



Pertama, adanya upaya untuk secara internasional berbagi data biometrik. AS, pada khususnya, adalah negara yang bersikeras untuk berbagi data biometrik dengan negara lain.

Dalam kesaksian di hadapan Subkomite Keamanan Dalam Negeri DPR AS pada 2009, Kathleen Kraninger (Deputi Asisten Menteri untuk Kebijakan) dan Robert A Mocny (Direktorat Perlindungan Nasional US-VISIT) menyatakan sebagai berikut:

“Untuk memastikan bahwa kita mampu menghancurkan jaringan teroris sebelum mereka sampai ke Amerika Serikat, kita harus berada di depan dalam mengendalikan standar biometrik internasional. Dengan mengembangkan sistem yang kompatibel, kita akan mampu berbagi informasi teroris internasional dengan aman demi memperkuat pertahanan kita.”
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh S Magnuson pada 2009 pada majalah “National Defense”, berjudul “Defense Department Under Pressure to Share Biometric Data”, pemerintah AS mengklaim telah memiliki kesepakatan bilateral dengan sekitar 25 negara untuk berbagi data biometrik.

“Setiap kali pemimpin negara lain mengunjungi Washington dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Luar Negeri akan memastikan bahwa mereka menandatangani kesepakatan (berbagi data biometrik) tersebut.”
Washington tampaknya tak hanya menempuh cara formal. Seperti pernah diungkap dalam kabel diplomatik AS—yang dibocorkan Wikileaks—Kementerian Luar Negeri AS menginstruksikan diplomat AS untuk secara rahasia mengumpulkan identifikasi biometrik para diplomat negara lain.

FBI tak ketinggalan. Seraya mengklaim ingin membuat “dunia lebih aman”, FBI mendesak inisiatif berbagi data biometrik di antara negara-negara.

Kedua, lemahnya undang-undang terkait pengamanan database kependudukan, terutama jika memperhatikan upaya berbagi data dengan negara lain.

UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sangat minim mengatur isu perlindungan dan keamanan data. Isu berbagi data dengan negara lain sama sekali tak diatur. Bahkan, lebih jauh, UU tersebut ‘memberi’ celah bagi pemegang kekuasaan untuk “mengubah”, “meralat”, dan “menghapus” tanpa sepengetahuan sang pemilik data, warga negara itu sendiri. Ini rentan bagi upaya manipulasi data demi kepentingan tertentu.

Aturan turunannya lebih buruk lagi. PP 37/2007 membuka peluang bagi siapa pun, termasuk pihak swasta, untuk memperoleh dan menggunakan database kependudukan dengan syarat yang ringan: izin menteri. Di sini lagi-lagi, hak konstitusional warga negara untuk dilindungi privasinya terganggu. Tak ada satu klausul pun dalam peraturan itu yang mewajibkan adanya pengetahuan si pemilik data.

Tekanan negara Abang Sam terhadap Indonesia untuk berbagi data biometrik sangat mungkin terjadi. Apalagi mantra “perang melawan teroris” masih terlampau sakti bagi sebagian besar pejabat Indonesia yang tak punya nyali. Terlebih kata ‘berbagi’ kerap tak berlaku timbali balik, alias sepihak demi keuntungan negara yang lebih kuat.

Menjual privasi demi keamanan negara (aman dari teroris, katanya) mungkin bisa dianggap sikap patriotis seorang warga negara. Namun, seperti dikatakan salah seorang “founding father” AS, Benjamin Franklin:

“People willing to trade their freedom for temporary security deserve neither and will lose both.”
Apakah kita mau kehilangan keduanya?
Read Post | comments

Holocaust Yang Sebenarnya !

Saturday, December 10, 2011


Ahli sejarah Inggris, David Irving; peneliti Prancis, Robert Faurisson; ilmuwan Jerman, Fredrick Toeben; juga yang lain pernah merasakan kuatnya pemimpin Eropa dalam membangun mitos holocaust. Sebagian ahli ini terpaksa mendekam beberapa saat di penjara karena penolakannya terhadap keberadaan sejarah holocaust.

Ya, Holocaust merupakan sebuah hal yang menjadi perdebatan apakah ini mitos atau hanya karangan Yahudi yang ingin mendapat simpati Barat agar mendapat Tanah di Palestina. Karena jika ini benar terjadi, ternyata mereka (Israel) sedang mempraktekkan kembali kisah Holocaust kepada rakyat Palestina dimana yang terakhir dengan mengisolasi Gaza dan melarang bantuan asing datang?.

Membahas tentang Holocaust merupakan sebuah hal yang menarik. Karena darimana Yahudi mendapatkan ide tentang kisah ini?. Mari kita simak apa yang ada di dalam pikiran mereka.

Dalam Talmud (Gittin 57b) Yahudi mengklaim bahwa 4 milyar orang Yahudi dibunuh oleh orang Romawi di kota Bethar. Dalam Gittin 58a Yahudi mengklaim 16 juta anak-anak Yahudi dibungkus gulungan dan dibakar hidup-hidup oleh Romawi. Demografi kuno menunjukkan bahwa tidak ada 16 juta orang Yahudi di seluruh dunia saat itu apalagi 4 milyar Yahudi.

Di Purim, pada tanggal 25 Februari 1994, perwira tentara Israel Baruch Goldstein, seorang Khazar ortodoks dari Brooklyn membantai 40 warga Palestina termasuk anak-anak padahal mereka sedang berlutut dalam do’a di Masjid. Goldstein adalah seorang murid dari Rabi Kahane yang telah menyatakan pandangannya tentang orang Arab sebagai “Anjing” (CF CBS 60 Minutes “Kahane”).

Prof. Ehud Sprinzak  dari Universitas Yerusalem menjelaskan filosofi  Kahane and Goldstein sebagai berikut :  “Mereka percaya itu adalah kehendak Allah bahwa Yahudi harus melakukan kekeraan terhadap Goyim (Non Yahudi), sebuah terminologi Yahudi terhadap non Yahudi (NY Daily News, Feb. 26, 1994, p. 5). Apalagi setelah Rabi Yitzhak Ginsburg mengatakan : “Darah Yahudi dan non Yahudi tidaklah sama (NY Times, June 6, 1989, p.5). Rabi Yaacov Perrin mengatakan :”Satu juta orang Arab tidak lebih hanya seujung kuku Yahudi” (NY Daily News, Feb. 28, 1994, p.6).

Setiap tahun Israel ambil bagian dalam Ziarah nasional ke kuburan Simon ben Yohai, untuk menghormati Rabi ini yang menganjurkan pemusnahan non Yahudi (Jewish Press of June 9, 1989, p. 56B).

Jadi apakah benar Holocaust itu benar-benar dilakukan Nazi Hitler?. Atau kah kisah ini sebenarnya kisah kekejaman Yahudi yang tersembunyi dan digunakan untuk mendiskriditkan bangsa lain?.
Read Post | comments

Yahudi Zionist Takut Sama Toilet


Meski pernah dikenal sebagai bangsa  pilihan menurut kitab suci, dan dikenal memiliki orang-orang yang cerdas-cerdas tenyata mereka masih memiliki dogma takhyul. Antara lain sebagai berikut :
Gittin 70a (Talmud) Rabi mengatakan : Seorang laki-laki yang keluar dari toilet dilarang berhubungan seksual sampai dia menunggu cukup lama untuk berjalan setengah mil, karena setan toilet masih bersamanya, jika dia melakukan , anak-anaknya akan menderita epilepsi.
Read Post | comments

Fakta Dan Mitos Seputar Yerusalem !

Mitos: Orang Israel mendirikan Yerusalem 3.000 tahun lalu (sekitar 1.000 SM)
Fakta: Kaum Yebus (Kanaan—nenek moyang bangsa Palestina) sekitar 3.000 SM (atau 2.000 tahun sebelum keberadaan orang Israel) tinggal di wilayah yang disebut “Jebus”. Kemudian Yebus menjadi “Ur-Shalem”. Ur-Shalem (Yerusalem) adalah kata Kanaan yang berarti “rumah Salem”, kepala suku Yebus. Nama Shalem adalah bahasa Aramaik, yang kemudian disesuaikan ke dalam bahasa Arab dan Ibrani untuk menunjukkan makna ‘perdamaian’. (Lihat Karen Armstrong, Jerusalem: One City Three Faith, Ballantine Book, 1997.)

Mitos: Selama lebih dari 3.300 tahun, Yerusalem telah menjadi ibukota orang Yahudi.
Fakta: Sepanjang 5.000 tahun sejarah tanah Kanaan, Yerusalem menjadi ibukota Israel (bukan Yahudi) hanya selama 421 tahun. Wafatnya Sulaiman menandai akhir dari kerajaan Israel bersatu. Kerajaan Utara dinamakan Samaria dan beribu kota Samaria. Yerusalem bukan ibukota Kerajaan Utara yang terdiri dari 10 suku mayoritas orang Israel. Kerajaan Selatan dinamakan Yehuda dan beribu kota Yerusalem. Namun, kerajaan ini hanya terdiri dari 2 suku. Jadi, mayoritas orang Israel tidak menganggap Yerusalem ibukota mereka.

Ketika bangsa Assyria menyerbu Samaria, penduduknya berpencar, dan kemudian disebut sebagai “Sepuluh Suku Israel yang Hilang”. Jadi “Sepuluh Suku Israel yang Hilang” hanya tinggal di Kerajaan Israel selama 205 tahun hingga invasi Assyria. Kerajaan Israel Selatan menurunkan orang Yahudi Sephardic pada hari ini, dan bukan Yahudi Ashkenazi yang banyak menghuni “Israel” sekarang. Jadi, Yerusalem merupakan ibukota Yehuda, bukan Israel, selama 421 tahun.

Mitos: Yerusalem disebut lebih daripada 700 kali di dalam Tanakh, Kitab Suci Yahudi. Yerusalem tidak disebutkan sekalipun di dalam Al-Quran.
Fakta: Yerusalem disebutkan dalam Al-Quran dalam kaitan dengan Isra (perjalanan malam Nabi Muhammad). Berbeda dengan Tanakh, Al-Quran bukan kitab tentang kisah tokoh sejarah dan nenek moyang. Mekkah pun disebut hanya sekali dalam Al-Quran dan Madinah hanya dua kali. Al-Quran bahkan tidak menyebutkan kota-kota itu suci. Fakta bahwa kota-kota itu disebutkan sedikit tentu tidak mengurangi status mereka di mata Muslim.

Islam tidak hanya berdasarkan atas Al-Quran, tetapi hadis Nabi Muhammad. Nabi bersabda, “Ziarah dilakukan untuk tiga mesjid: Masjid Suci di Mekkah, Masjidku di Madinah, dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.” Lepas dari semua itu, hak penduduk asli Tanah Historis Palestina (baik Yahudi, Kristen, maupun Muslim) terhadap Yerusalem tidaklah berasal dari teks suci agama, tetapi berlandaskan pada nilai domisili selama ribuan tahun.

Mitos: Yerusalem tak pernah menjadi ibukota atau kota penting Arab.
Fakta: Yerusalem selalu menjadi pusat kehidupan bagi penduduk asli Palestina sejak lima ribu tahun lalu. Nenek moyang mereka—seperti dikemukakan di atas—orang Yebus (Kanaan) sekitar 3.000 SM tinggal dan membangun kota yang mereka sebut “Ur-Salem” (Yerusalem). Ini kata Kanaan yang berarti “rumah Salem”, kepala suku Yebus.

Keadaan tersebut terus berlangsung meskipun Tanah Palestina di bawah kendali Assyria, Mesir, Yehuda, Romawi, Turki Utsmani, Inggris, Yordania, dan “Israel”. Yerusalem selalu menjadi pusat kehidupan pribumi Palestina seperti halnya Beirut bagi Lebanon atau Kairo bagi Mesir. Tidaklah mengherankan jika penerbitan, bisnis, dan pusat keagamaan bangsa Palestina semuanya berakar di Yerusalem.

Yerusalem juga selalu menjadi kota internasional dengan komunitas multietnik dan multiagama. Faktanya, Raja Sulaiman dan Daud membolehkan bangsa Kanaan (penduduk asli ketika mereka berkuasa) berkembang. Yerusalem semakin berkembang dan terbuka selama periode kekuasaan Islam (Lihat Karen Armstrong, Jerusalem: One City Three Faith, Ballantine Book, 1997.).

Namun, sejak menduduki Yerusalem, Zionis secara berkesinambungan menodai kesucian Yerusalem dan mengubah struktur masyarakatnya, lewat proyek rasis “Zionisasi Yerusalem”.

Mitos: Yahudi sembahyang menghadap Yerusalem. Muslim salat membelakangi Yerusalem.
Fakta: Hanya Muslim yang hidup antara Yerusalem dan Mekkah (proporsi kecil dari Muslim) yang membelakangi Yerusalem ketika salat.

Kiblat Muslim menuju Mekkah di mana Muslim percaya Nabi Ibrahim membangun Ka’bah sebagai tempat salat. Batu Hitam di Kabah telah ada sejak zaman Nabi Adam. Ibrahim dan Ismail, anak pertamanya, membangun Ka’bah berdasarkan perintah Allah (QS. 2:125-27).

Kiblat Muslim awalnya adalah Yerusalem. Kiblat itu diubah setelah perjalanan Nabi Muhammad ke Yerusalem setelah ia menerima perintah untuk mengubahnya. Sejumlah kalangan percaya ini ditujukan untuk menghormati peristiwa sejarah sebelum Islam, dan yang lain percaya ini untuk menyatukan suku-suku Arab. Muslim, seperti yang lain percaya, bahwa Allah ada di mana-mana dan tidak berdiam di satu tempat.

Adapun orang Yahudi tidak selalu menghadap Yerusalem dalam sembahyang mereka. Alkitab bahkan mengatakan bahwa orang Israel awal menghadap ke selatan ketika mereka berdoa (Keluaran 27:9; 40:24). Ini menegaskan bahwa Ka’bah, yang berada di selatan Yerusalem adalah kiblat bagi masyarakat Israel awal
Read Post | comments (1)
 
© Copyright Panitia Hari Kiamat 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.