Popular Posts

Video tentang Freemason dan Illuminati !

Tuesday, November 1, 2011


Jakarta Undercover : Masonic Illuminati

Shalom aleichem, yahudi Indonesia

Jejak Freemason dan Zionis Di Indonesia

The Jews of Indonesia (English, duration 43 minutes)

What is freemasonry and where did it come from?

Masonic organisation

THE MASON’S WAR AGAINST RELIGION:

Masonic temples will be turned into masjids, Masons will learn about Islam

The sinister alliance between freemasonry and atheist zionism

Masons bloody symbols

Masons efforts to prevent the Turkish-Islamic Union

Masonic pressure in the Vatican

How did the masons pave the way for the collapse of the Ottoman Empire?

Untuk umat Islam juga jangan menganggap belum tersentuh oleh kekuatan aliran pemuja syaitan ini. Bukti tersebut telah ada sejah dahulu namun info ini sengaja mereka pendam dalam-dalam. Para Muslimin dan muslimah serta para mu’min seharusnya sudah tahu karena sudah terbukti dan sudah diperingatkan dari dahulu bahwa mereka para aliran syaitan dan anti-agama ini sudah sukses membunuh para turunan Rasulullah, hanya tinggal satu turunan lagi yang belum berhasil mereka bunuh, siapakah beliau? Bisa anda lihat di video dibawah ini:
Read Post | comments

Kemiripan e-KTP dengan Program RFID Chip Yahudi

Tuesday, October 25, 2011

e-KTP atau Elektronic-Kartu Tanda Penduduk merupakan Kartu Tanda Penduduk yang di buat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaan berfungsi secara komputerisasi. e-KTP didesain dengan metode autentikasi dan pengamanan data tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan menanamkan chip di dalam kartu yang memiliki kemampuan autentikasi, enkripsi dan tanda tangan digital.

Tentu yang mengusik nurani kita adalah bahwa e-KTP sangat bersinggungan dengan privasi kita. Dengan adanya chip di dalam e-KTP, tiap warga Negara bisa diawasi begitu ketat, baik keberadaannya maupun gerak-geriknya. Terlebih kini sudah lahir UU Intelijen sebagai otoritas penguat untuk mengintai daya kritisme masyarakyat.

Tentu kita harus sadar, selain terkait masalah kependudukan, penerapan e-KTP tidak terlepas dari isu terorisme yang melanda bangsa ini. Bayangkan dalam tahap pembuatan e-KTP, tiap warga negara harus melalui proses berlapis.

Selain difoto, kita juga harus membubuhkan tanda tangan secara digital, mencap sidik jari (10 jari), memverifikasi sidik jari, dan terakhir kita juga diharuskan melakukan verifikasi tanda tangan digital. Bahkan selain itu, tiap pembuat e-KTP diharuskan melakukan perekaman iris mata. Tentu kita bertanya-tanya apa maksud dari ini semua. Dan kita tidak tahu fungsi sejati dari sebuah ‘perekaman iris mata’. Mari kita berdoa, semoga kita terlindung dari motif yang tidak-tidak.

Tanpa bermaksud melakukan generalisasi secara menyeluruh, namun salah satu yang mengusik pikiran saya selama ini ialan kemiripan e-KTP beserta chip di dalamnya dengan program The RFID Chip 666 sebagai alat kontrol zionisme yang dimasukkan ke dalam permukaan kulit manusia. (Silahkan anda lihat videonya di http://www.youtube.com/watch?v=QA5ng9EN0DA)

Dasar pengembangan RFID untuk manusia adalah sebuah sistem yang disebut SmartCard yang memiliki microchip lithium yang berfungsi membaca data riwayat seseorang yang berhubungan secara elektronik ke pusat data pemerintah seperti informasi kesehatan, data pajak, dan jumlah tabungan serta identitas pribadi lainnya

Tujuannya sederhana, Zionis ingin melakukan kontrolisasi dan pendataan pergerakan manusia-manusia yang telah mereka incar. Dengan dimasukkannya chip ke dalam tubuh manusia, hal itu akan memudahkan mereka untuk memastikan target yang mereka incar berada dalam sebuah pengawasan “Sang mata satu”.

RFID sendiri atau Radio Frequency Identification digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti yang bernama RFID tag atau transponder. RFID tag adalah sebuah benda kecil (sebesar biji beras) yang dapat ditempelkan pada suatu barang atau produk. Hebatnya meski kecil, RFID tag berisi antena yang memungkinkan mereka untuk menerima dan merespon terhadap suatu query (semacam kemampuan untuk menampilkan suatu data dari database) yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver.

Sejarah ini bermula ketika tahun 1946, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara ini kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID.

Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an.Rupanya alasan dibalik pembuatan tekhnologi canggih ini tidak terlepas dari doktrin teologis 666 di bible. Dalam surat wahtu 13: 16-18 dijelaskan.

“dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” (Lebih jauh silahkan anda baca http://www.tldm.org/news4/markofthebeast.htm)

Lantas apa yang membahayakan dari program chip ini? Tidak lain adalah sebuah perangkat yang bisa memanipulasi manusia dari mulai emosi, mental, sekaligus fisik. Dalam program zionis, inilah yang biasa kita kenal sebagai mindcontrol.

Amerika Serikat sendiri sebagai pemerintahan Zionis, sudah mempersiapkan pemberlakukan RFID Chip kepada para warganya sebagai antisipasi dari tindakan terrorisme yang menyerang negaranya. Bahkan di Spanyol Baja Beach Club, sebuah klub malam eksklusif di Barcelona, sejak tahun 2004 sudah menanamkan Chip sebagai prasyarat untuk menjadi pelanggan VIP dengan dalih keperluan identifikasi.

Dan saya sungguh khawatir bahwa e-KTP adalah cikal bakal dari pemberlakuan RFID Chip 666, terlebih dalam e-KTP ada sebuah chip yang berisi data-data yang sama seperti tercantum di tampilan muka kartu identitas, alamat kontak pemilik kartu, sertifikat serta data kunci pemilik kartu yang tersimpan dalam database milik negara (http://pedomannews.com/ Kamis, 30 Juni 2011)

Dan Saat ini e-KTP telah mulai meluas digunakan di hampir seluruh negara anggota Uni Eropa dan beberapa negara Asia seperti China dan India. Akankah ini betul-betul menuju sebuah tatanan yang satu, maksud yang satu, dan arah yang satu yakni sebuah tatanan dunia baru yang lazim disebut New Wolrd Order. Kita harus jeli dan terus waspada. Awasi terus program e-KTP. Allahua’lam. 
Read Post | comments

Kiamat 21 Oktober 2011!!Benarkah

Friday, October 21, 2011

Pada dasarnya tujuan dari Family Station sangat terpuji, yaitu untuk membangunkan umat Tuhan dari masa “hibernation” atau masa tidur panjang, agar kita siap dan segera berjaga-jaga menghadapi hari-hari zaman akhir yang segera tiba (yang menurut mereka akan jatuh pada tahun 2011 ini).

Selain itu dari materi yang bisa di download secara gratis dari situs mereka, kita dapat melihat bahwa pengajaran Harold Camping cukup luas dan banyak menyuguhkan materi-materi yang signifikan seperti ketika ia mencoba menafsirkan nubuat hari-hari raya dan penggenapannya yang dikaitkan dengan event-event Kristus di akhir zaman. (Walaupun dalam hal ini ia ternyata gagal menangkap makna sesungguhnya dari hari-hari raya itu.)

Harold Camping sayangnya juga tidak taat atau tidak menyadari pentingya konsisten dengan apa yang dinyatakannya dalam bukunya sendiri bahwa Alkitab harus jadi sumber pemberitaan, dan Camping justru banyak mengambil asumsi-asumsi dari luar Alkitab (yang Alkitab tidak sebut atau tidak referensikan sama sekali).

Tidak ada niat berdebat panjang dengan mereka tapi hal-hal ini harus dinyatakan untuk memberi pencerahan kepada semua yang ingin mengetahui Kebenaran, agar mereka tidak bingung dan kemudian malah menjadi apatis dengan berita-berita seputar Kedatangan Tuhan.

Banyak kekeliruan dan kecerobohan Harold Camping dalam menafsirkan ayat-ayat Alkitab, seperti contoh menafsirkan angka 153, dari jumlah ikan yang berhasil ditangkap murid-murid atas perintah Tuhan Yesus di Injil Yohanes 21 ayat 11, sebagai “3 X 3 x 17 = 153.” dan mengatakan bahwa “Secara rohani, angka 153 menjabarkan tentang tujuan Allah (angka 3) untuk membawa ke surga (angka 17) semua orang yang telah diselamatkan dari murka Allah.”

Sebab menurutnya angka-angka mempunyai arti rohani, berikut ini daftar angka-angka dan artinya yang dimuat di e-Book karya Harold Camping “We Are Almost There!”
(“KITA SUDAH HAMPIR TIBA!” halaman-25) bisa di download di http://worldwide.familyradio.org/id/

2. Mereka yang diutus untuk mengabarkan Injil
3. Tujuan Allah
4. Jangka waktu terjauh dalam waktu atau dalam jarak yang berada dalam pandangan Allah secara rohani
5. Penebusan, yang menekankan baik penghakiman maupun keselamatan
7. Penggenapan yang sempurna dari tujuan Allah
10. Kelengkapan dari apa pun yang kelihatan
11. Kedatangan Kristus yang pertama kali, 11.000 tahun setelah penciptaan
12. Penggenapan yang sempurna dari apa yang kelihatan
13. Akhir dunia, perincian tentang apa yang mulai berlangsung tepat 13.000 tahun setelah penciptaan
17. Surga
23. Murka atau penghakiman Allah
37. Murka atau penghakiman Allah
40. Ujian
43. Murka atau penghakiman Allah

Kekeliruan seperti ini sering terjadi karena orang menggunakan asumsi-asumsi “terlalu bebas” atau kasarnya “liar”. Kita boleh memiliki asumsi dalam “frame” Alkitab, asal didukung oleh bukti ayat yang bersifat langsung, bukan oleh asumsi-asumsi lain.

Yang banyak terjadi adalah asumsi didukung oleh asumsi-asumsi lain dan menyebabkan penafsiran menjadi liar serta makin jauh dari pesan Alkitab yang sebenarnya.

Asumsi-asumsi Harold Camping lainnya yang akhirnya membuat ia berkesimpulan Kiamat akan terjadi pada tahun 2011 adalah seperti:

kita mendapati bahwa dunia ini diciptakan kira-kira 13.000 tahun yang lalu” (Hal 8 alinea ke-6)

Pada masa Nuh, misalnya, di seluruh dunia yang hidup dalam tahun 4.990 SM, ketika Allah membinasakan dunia dengan air bah, ….” (Hal 8 alinea ke-7)

“… Ingatlah, angka 23 sering disamakan dengan murka Allah.” (Hal 53 baris pertama)

Itulah beberapa asumsi-asumsi “yang terlalu bebas” walaupun seolah-olah berdasar pada ayat-ayat Alkitab namun tidak ada satu ayatpun menyebutkan dengan jelas atau mengarah ke pendapat seperti itu.

Setelah memeriksa dan meneliti bagaimana Camping mengambil kesimpulannya tentang hari kiamat itu, berita Kiamat 21 Oktober 2011 dari Family Station Inc. adalah sebuah kekeliruan dan tidak Alkitabiah.

Namun demikian House of Revelation menghargai usaha yang telah mereka lakukan, dan setuju dengan beberapa poin dari ajaran Harold Camping, yaitu bahwa:

  • Kita akan tahu Kapan Hari Kedatangan Tuhan
  • Hari-hari Raya Yahudi merupakan nubuat yang wujudnya event-event Kristus di zaman akhir
  • Waktu Kedatangan-Nya sudah sangat dekat
Perlu diperhatikan, meski dalam sejarah banyak sekali orang yang salah dalam memperkirakan hari-hari Tuhan, jangan kita “trauma” dan kemudian tidak lagi menghargai orang yang mencoba mengerti “kairos” (Waktu Tuhan). Karena Alkitab memberitahu kepada kita, satu hal:

“… ketahuilah iniJika tuan rumah (the goodman of the house – KJV) tahu (telah tahu / had known – KJV) pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar (ia akan siap sedia). Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan." (Luk 12:39-40)

Dua ayat ini berusaha memberitahu kita suatu rahasia: bahwa ada orang yang akan tahu kapan “pencuri datang”, dan bagi yang tidak tahu, perhatikan “the goodman of the house” itu.

Karena itu jangan menyepelekan orang yang mengatakan tahu waktu Tuhan, memang Alkitab berkata akan ada yang tahu. Yang harus dilakukan: Uji ajaran atau penjelasan mereka dengan Alkitab.
Read Post | comments

Dua kali gagal ramal kiamat, kini ramal kiamat akan terjadi 21 Oktober 2011

Wednesday, October 12, 2011

Muka badak! Mungkin kata itu pantas disematkan pada dukun tua yang satu ini. Meskipun sudah dua kali mengalami kegegalan dalam meramal hari kiamat, diaman kegagalan itu disaksikan oleh seluruh dunia, tampaknya peramal kiamat asal California, Amerika Serikat, Harold Camping tidak putus asa dan dengan bodohnya kembali meramalkan bahwa “hari akhir” bakal terjadi pada 21 Oktober atau 12 hari lagi dari sekarang.

Lebih lanjut, dengan ‘ilmu sok tahunya yang dilengkapi dengan ilmu kebodohan’, lelaki tu aitu mengatakan bahwa orang-orang yang ingkar terhadap Tuhan tidak akan mengalami penderitaan lantaran dunia akan berakhir dengan cara tenang.

“Pada saat itu seluruh dunia akan hancur,” kata lelaki 90 tahun ini, Ahad, 9 Oktober 2011, dalam khotbah yang disampaikan melalui Open Forum yang disiarkan jaringan Family Radio miliknya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Camping sudah dua kali salah meramalkan datangnya “hari kehancuran”. Pertama pada 1994 dan terakhir pada 21 Mei lalu, ramalannya mengalami kegagalan yang sukses, yang tentu saja membuat hari tuanya dilalui dengan rasa malu yang mendunia. Setelah ramalannya gagal, dan bahkan ia sempat bersembunyi selama tiga hari, ia pun muncul dengan alasan konyol bin bodoh bin ngarang dengan mengatakan bahwa proses kiamat baru dimulai dan bakal berakhir pada 21 Oktober tahun ini.

Berbeda dengan peringatan-peringatan sebelumnya, kali ini jadwal kiamat mutakhir tidak disertai spanduk, papan iklan, atau iklan di media seperti yang dilakukan sebelumnya, sejak ‘Tuhan sudah memilih siapa saja yang bakal masuk surga pada 21 Mei lalu’. Dia merasa tidak perlu lagi mengkampanyekan soal kiamat.

Bahkan pastor dari aliran Kristen Evangelis ini sempat diserang stroke ringan awal Juni lalu saat berkhorbah di radio. Ia sempat dirawat di rumah sakit dan baru pulih awal bulan ini. Banyak orang menilai stroke itu sebagai azab dari Tuhan.

Rasanya tak perlu menanti lama untuk membuktikan kegagalan ramalannya, karena rasa malu itu sudah dipastikan akan menghampiri sejarah hidup Camping untuk kebodohan ketiga yang telah dilakukannya. Seharusnya ia banyak berdoa agar Tuhan memberikan ‘umur sedikit lebih panjang’ untuk membuktikan kebodohannya tentang ramalan hari kiamat
Read Post | comments

Deradikalisasi, proyek “setan” hancurkan Islam

Sudah menjadi sunatullah (hukum alam dari Allah) akan adanya pertentangan alias konfilk antara al haq (kebenaran) dan al batil (kesesatan).  Musuh-musuh Islam secara istiqomah (konsisten) akan menghalangi tegaknya Islam dengan memadamkan cahaya dakwah dan jihad fi sabilillah di tengah-tengah ummat. Salah satu metode dan teknik tebaru yang digunakan adalah melancarkan gerakan deradikalisasi, sebuah proyek menggerus aqidah ummat dan menghancurkan Islam. Waspadalah!


Apa perlunya deradikalisasi?

Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta, telah mengeluarkan sebuah buku berjudul “Kritik Evaluasi & Dekonstruksi Gerakan Deradikalisasi Aqidah Muslimin di Indonesia” yang isinya mengkritisi proyek deradikalisasi buatan BNTP sekaligus meluruskan beberapa tulisan yang disampaikan dalam acara bertema “Halaqah Penanggulangan Terorisme”, Ahad, 21 November 2010 di hotel Novotel Solo, yang diadakan MUI Pusat bersama FKPMN (Forum Komunikasi Praktisi Media Nasional).

Banyak tema, konsep dan istilah dari BNPT dengan proyek deradikalisasinya yang dikritisi dalam buku ini. Misalnya tentang makna radikalisme yang disimpulkan masih sangat  ambigu dan perlu ditinjau kembali. Dikatakan dalam tulisan itu bahwa :

Radikalisme merupakan faham (isme), tindakan yang melekat pada seseorang atau kelompok yang menginginkan perubahan baik, sosial, politik dengan menggunakan kekerasan, berfikir asasi dan bertindak ekstrim.

Buku yang ditulis oleh MUI Surakarta itu mengomentari, jika defenisi ini diterima, maka :

Setiap faham yang membolehkan adanya tindak kekerasan juga tetap termasuk radikalisme, meskipun kekerasan itu bukan satu-satunya jalan. Jadi, Rasulullah juga radikal, karena menyerang Makkah waktu Fathu Makkah, Amerika juga radikal, karena menyerang Iraq, menyerang Afghanistan, membombardir sebagian wilayah Pakistan dalam rangka mengejar dan menyerang para “teroris” menurut versi AS. Polri/Densus 88 juga radikal, karena menangkap, menyerang, menyiksa dan membunuh banyak orang yang mereka beri label “teroris”.
Berfikir asasi adalah perbuatan yang dianggap salah, padahal dalam dienul Islam, berfikir asasi ini diperlukan dalam menentukan hukum, membedakan antara baik dengan buruk dalam batas-batas Al-Islam, untuk mengontrol apakah suatu keputusan yang diambil itu menyalahi nas dan kaidah atau tidak. Tanpa berfikir asasi, orang tidak akan pernah bisa mengambil keputusan yang benar. Adapun soal anggapan bertindak ekstrim, hal itu tergantung kepada siapa yang menilai dan dari arah mana menilainya. Sebagai contoh, di masa penjajahan Belanda, orang Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaannya dituduh ekstrim oleh Belanda, sehalus dan selembut apapun cara yang ditempuhnya. Maka dalam kaitan dengan orang Islam dalam menjalankan keislamannya, ukuran ekstrim atau tidak, haruslah dilihat dari segi ajaran Al-Islam, bukan dari arah pemandangan fihak yang anti atau di luar Islam. Dengan demikian, kalau sangkaan itu benar, justru radikalisme itu merupakan ciri orang baik-baik, dipandang dari satu arah. Dikatakan dari satu arah, karena Al Islam bukan hanya sekedar “radikalisme”, tetapi dia adalah “Dienul Islam”, dien yang diridlakan Allah untuk manusia.
Kalau demikian faktanya, buat apa dibuat proyek deradikalisasi? Karena pada hakikatnya agama Islam adalah agama yang “radikal” dan ummat Islam harus berfikir “asasi” dan bersifat “ekstrim” terhadap agamanya. Sementara itu, proyek deradikalisasi berupaya menghapus semua hal-hal penting tersebut, atau dengan kata lain proyek deradikalisasi pada hakikatnya adalah proyek untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin! 

Begitu pula dengan istilah atau definisi terorisme yang dikeluarkan BNPT sendiri melalui slide tulisan Ansyaad Mbai, yakni “No global consensus” alias tidak ada kesepakatan global. Di buku tersebut dikomentari, ‘Kalau tidak ada kesepakatan tentang definisinya, maka tudingan terhadap seseorang/kelompok sebagai teroris adalah tuduhan sepihak yang mengada-ada, bukan dengan fakta yang adil, dan inilah yang terus terjadi selama ini (sejak 2001 sampai sekarang dan entah sampai kapan lagi).’

Ummat Islam bersatu tolak deradikalisasi!

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bekasi, menyikapi deradikalisasi dengan mengadakan Kajian Satu Malam bertema “Kupas Tuntas Islam, Radikalisme & Rekayasa Kafir”. Dalam acara yang diadakan di Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi ini, hadir beberapa pembicara, diantaranya KH Mudzakkir dari MUI, Munarman, SH dari An Nashr Institute, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pusat, dan H. Ahmad Salimin Dani, MA, Ketua DDII Bekasi.

Selain itu, Majelis Ilmu Ar-Royyan juga mengadakan acara serupa, yakni Kuliah Umum dengan tema “Memerangi Syariat Islam Dengan Deradikalisasi”, Ahad, 9 Oktober 2011 di Masjid Muhammad Ramadhan, Taman Galaxi, Pekayon, Bekasi. Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara adalah Ustadz Abu Muhammad Jibriel AR, selaku Amir Majelis Ilmu Ar-Royyan, dan Munarman, SH dari An Nashr Institute.

Ustadz Abu Muhammad Jibriel AR mengatakan bahwa usaha deradikalisasi tujuannya untuk menghalangi syariat Islam dan jihad di Indonesia. Proyek radikalisasi yang selama ini dijalankan menurut beliau bukan penyelesaian yang ilmiah dan bijak, justru akan menimbulkan anti pati dan kebencian terhadap pemerintah.

Sementara itu, Munarman, SH dalam acara bedah buku “Kritik Evaluasi & Dekonstruksi Gerakan Deradikalisasi Aqidah Muslimin di Indonesia” yang digelar MUI Solo di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru, Sukoharjo, Ahad, 31 Juli 2011, menyimpulkan bahwa program deradikalisasi terorisme yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) adalah proyek menghapus istilah jihad yang merupakan ruh perjuangan umat Islam.

“Program Deradikalisasi Terorisme yang sekarang ini sedang dijalankan oleh BNPT merupakan program untuk menghapus istilah dan nilai-nilai yang terkandung di dalam Islam khususnya istilah jihad yang merupakan ruh umat Islam demi tegaknya Syariat Islam,” jelasnya.

Kesimpulannya, proyek deradikalisasi yang belakangan ini gencar dilakukan, khususnya oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan seluruh agen-agennya, akhirnya membuka mata ummat Islam bahwa proyek itu adalah metode dan teknik baru dari musuh-musuh Islam untuk menghalangi tegaknya Islam dengan memadamkan cahaya dakwah dan jihad fi sabilillah di tengah-tengah ummat. Waspadalah!
Read Post | comments

Steve Jobs diklaim masih punya garis keturunan langsung dengan Rasulullah

Ada hal konyol terkait heboh pemberitaan media tentang meninggalnya mendiang bos Apple, Steve Jobs. Seiring terungkapnya fakta tentang asal usul Steve Jobs yang disinyalir berdarah Muslim Suriah, satu hal ngawur bin konyol adalah klaim yang menyebut bahwa Jobs masih mempunyai garis keturunan langsung dengan Rasulullah SAW!

Ayah kandung Jobs diketahui seorang muslim Suriah bernama Abdul Fattah John Jandali. Diketahui bahwa riwayat keluarga Jandali ternyata salah satu keluarga terkemuka di Homs, Suriah. Secara ngawur, sepupu Steve Jobs, Bassma Al Jandali, mengklaim trah Jandali punya garis keturunan langsung dengan Nabi Muhammad SAW!

“Ayah Steve, Paman saya, Abdul Fattah John Jandali datang dari Homs. Keluarga Jandali adalah keluarga yang punya hubungan darah dengan keluarga Nabi Muhammad SAW,” klaim Bassma secara ngawur seperti dikutip dari Gulf News. Belakangan Basma diketahui sebagai seorang jurnalis di Timur Tengah.

Steve Jobs pun ternyata punya nama Arab. Nama Arabnya adalah Abdul Lateef Jandali. Ketika ia lahir dan diadopsi oleh keluarga yang kemudian memberinya nama Steve Jobs.

Bassma bercerita, ketika kecil ibunya Bushra Jandali Rifa’e kerap mengatakan ada keturunan Jandali yang hidup di AS. Itu adalah pamannya, Abdul Fattah Jandali, yang juga ayah Steve Jobs.

Paman Bassma lainnya Abdul Wahid, bercerita kalau Abdul Fattah Jandali akhirnya punya anak hasil zina dengan Joanne Schieble (perempuan Kristen Amerika keturunan Jerman), yang kemudian anak tersebut diadopsi oleh keluarga lain (anak tersebut tak lain adalah Steve Jobs yang popular itu). Abdul Fattah memilih tak pulang ke Suriah karena malu akan skandalnya. Tapi akhirnya ia tetap menikahi Joanne dan punya puteri (adik Steve Jobs) bernama Mona Jandali Simpson.

“Kami memang tak pernah bertemu. Tapi kami semua di bawah trah Jandali tetap punya hubungan. Saya merasa seharusnya saya bertemu Steve. Seharusnya saya melepasnya, mengatakan sampai jumpa..,” kata Bassma.

Jandali lahir di Horm Suriah, pada 1931. Ia satu-satunya anak lelaki dari lima bersaudara. Ayahnya seorang tuan tanah. Pada umur 18 tahun, ia kuliah di Universitas Amerika di Beirut, Libanon, Ia dikenal sebagai pegiat yang mendukung Pan-Arab. Setelah lulus, ia menjadi imigran di Wisconsin, Amerika.

Namun, hubungan Jandali dan Schieble tidak direstui orang tua masing-masing. Akhirnya, menurut Jandali dalam wawancara dengan the New York Post, Agustus 2011, secara diam-diam, Schieble membawa lari Steve Jobs dari Wisconsin ke San Fransisco.

Di kota itulah, Steve Jobs diadopsi oleh pasangan Paul Jobs dan Clara Hagopian. Mereka sudah tujuh tahun menikah dan divonis dokter tidak dapat memiliki anak. Steve Jobs adalah nama pemberian dari orang tua angkatnya. Sampai akhir hayatnya, Steve Jobs tidak pernah bertemu Jandali, ayah kandungnya.

Kepada tabloid the Sun, Agustus lalu, Jandali menyatakan mimpinya untuk bisa bertemu Steve Jobs. “Saya berharap sebelum terlambat ia akan menemui saya. Meski hanya untuk minum kopi, itu akan membuat saya senang sekali,” katanya. Tapi Steve Jobs tidak mau menanggapi permintaan itu.

Ia menegaskan ingin sekali bertemu sang anak bukan karena mengincar kekayaannya yang diperkirakan US$ 8 miliar. “Saya punya uang sendiri. Yang saya tidak punya adalah putra saya .. itu membuat saya sedih.”

Walau begitu, Steve Jobs tahu ia mempunyai saudara kandung perempuan bernama Mona Jandali, sekarang menjadi Mona Simpson. Keduanya mulai berkenalan dan menjadi sangat dekat ketika dewasa. Steve Jobs bahkan menyebut novelis itu sebagai sahabatnya paling dekat.

Jandali, kini 80 tahun, tinggal di Reno, sebuah kota dekat Nevada. Ia bekerja dari Senin sampai Jumat sebagai wakil presiden di sebuah kasino. Ia bukan seorang praktisi muslim, namun percaya Islam sebagai doktrin dan budaya. Meski lahir dari ayah muslim, Steve Jobs tidak pernah kenal agama Islam. Ia berpindah menjadi Buddha dari agama ayah angkatnya yang Nasrani.

Diluar kecerdasan seorang Steve Jobs, sungguh ngawur, mengklaim seorang pezina sebagai keluarga dengan garis keturunan langsung Muhammad SAW. Mana ada keluarga dari trah Rasulullah SAW memiliki usaha kasino, bahkan sampai berzina. Sungguh orang-orang demikian, selain tak pantas menyebut diri sebagai trah Rasulullah , mereka juga pada dasarnya tak layak mendudukinya. Wallohua’lam.
Read Post | comments

Zionisme dibalik proyek deradikalisasi

Model kepemimpinan Islam diprediksi akan berdiri di tahun 2020, menanggapi hal tersebut negara-negara Barat memainkan proyek Deradikalisasi untuk melumpuhkan kekuatan umat muslim.

Dalam Dokumen berjudul Deradicalizing Islamis Extremists, Barat faham betul bahwa untuk melumpuhkan seluruh sel umat muslim tidak cukup hanya dengan cara penangkapan dan pembunuhan. Kalau dibunuh, mujahid masih bisa muncul lagi. Maka upaya yang mereka melakukan sangat mendasar, yaitu membelokkan pemahaman syariat Islam dan jihad yang difahami umat Islam saat ini dengan proyek deradikalisasi.

“Deradikalisasi merupakan proyek panjang yang tidak akan berhenti hingga akhir zaman,” kata Munarman dalam Diskusi bertema Memerangi Syariat Jihad dengan Deradikalisasi, Minggu, (9/10/2011) di Mesjid Muhammad Ramadhan, Bekasi.

Salah satu lembaga yang berjasa besar dibalik proyek tersebut adalah Rand Corporation yang bekerja pada misi zionisme. Pada tahun 2007 mereka melakukan riset di banyak negara muslim untuk memetakan kekuatan umat.

“Dari hasil laporan itu, mereka menyerahkannya kepada Amerika Serikat. Mereka dikontrak oleh AS untuk mengetahui kehidupan umat muslim. Ini supaya Amerika dapat membuat kebijakan di Negara-negara muslim, seperti Indonesia,” jelas Munarman.

Dari hasil penelitian, Rand kemudian melakukan klasifikasi yang dilabelkan ke tubuh umat muslim. Pertama adalah Kelompok Fundamentalis. Ciri-cirinya ada empat, yaitu mereka pro penegakan syariat Islam, berjuang untuk menegakkan khilafah Islamiyah, anti demokrasi dan juga kritis terhadap Barat.

“Maka status kelompok fundamentalis ini bagi Barat berbahaya. Cara menanggulanginya adalah habisi!” tambah Munarman.

Yang kedua kelompok tradisionalis. Pada dasarnya, kelompok ini pro terhadap Syariat Islam dan Khilafah, tapi mereka masih bisa menerima demokrasi. Kelompok ini diupayakan Barat untuk tidak dekat dengan kelompok fundamentalis. Maka cara yang dimainkan Barat adalah adu domba.

“Mereka harus diprovokasi untuk bertentangan pada masalah-masalah yang sifatnya furu’ dalam Islam.”

Dua kelompok tersisa, modern dan sekularis, adalah kelompok yang bertolak belakang dengan barisan fundamentalis dan tradisionalis. Mereka pro demokrasi, tidak setuju Syariat Islam dan penegakkan Khilafah,

“Meski kritis dengan Barat, kelompok Modernis masih bisa dibina. Tujuannya untuk dijadikan pemimpin di negeri-negeri muslim. Jangan heran gelar mereka banyak Profesor Doktor,” tambah Munarman.

Lebih lanjut Munarman mengungkapkan bahwa rekomendasi Rand tidak saja mensasar kalangan modernis, tapi juga mujahid. Hal ini dapat terlihat dari berbeloknya beberapa kalangan yang pernah turun berjihad. Salah satu pendekatan yang dimainkan adalah ekonomi.

“Orang-orang yang sudah berjihad itu kemudian harus diberi modal hingga mereka nantinya hanya disibukkan dengan akfititas dagang saja,” tutur Munarman

Untuk kasus Indonesia, banyak para tokoh yang menjadi narasumber proyek ini. Munarman memberkan beberapa nama seperti Ansyad Mbai (Ketua BNPT), Nassir Abbas (Alumni Afghan), dan Goris Mere (Kepala Pelaksana Harian BNN).
Read Post | comments

Misteri Petit Trianon “Moberly and Jourdain Incident”

Friday, October 7, 2011


Setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu masalah. Ada yang memandangnya dari sisi spiritual, dan ada yang memilih untuk memandangnya dari sisi sains, walaupun fiksi sains sekalipun. Ini bisa terlihat dari sebuah peristiwa misterius yang dikenal dengan sebutan Moberly Jourdain Incident.
Sebagian orang percaya kalau insiden itu adalah contoh kasus Time Slip atau kembali ke masa lampau tanpa disengaja. Yang lain beranggapan kalau kasus itu adalah kasus yang berhubungan dengan dunia supranatural. Mereka yang percaya dengan teori supranatural lebih suka menyebut peristiwa itu dengan sebutan The Ghosts of Versailles atau The Ghosts of Trianon.
Kisah ini kemudian menjadi kontroversial dan menarik perhatian yang cukup besar. Bahkan konon peristiwa ini disebut turut memberikan inspirasi bagi JRR Tolkien, penulis trilogi “Lords of the Ring“.
Semuanya bermula ketika dua wanita Inggris memutuskan untuk melakukan perjalanan liburan ke Paris pada tahun 1901.
Liburan yang tidak terlupakan
Charlotte Anne Moberly dan Eleanor Jourdain adalah dua wanita yang berasal dari latar belakang keluarga yang terpelajar. Ayah Moberly adalah kepala sekolah Winchester College yang kemudian menjadi uskup Salisbury. Demikian juga dengan Jourdain. Ayahnya adalah seorang pendeta di Ashbourne. Kakak perempuannya adalah seorang sejarawan seni, sedangkan kakak laki-lakinya adalah seorang ahli matematika.
Jadi, kita mendapatkan dua wanita dengan reputasi yang baik.
Suatu hari, kedua wanita ini memutuskan untuk pergi berlibur ke beberapa tempat di Eropa dan salah satu tujuan persinggahan mereka adalah Paris. Pada tanggal 10 Agustus 1901, kedua wanita itu sudah ada di dalam sebuah kereta yang akan membawa mereka ke Versailles.
Setiba disana, bersama rombongan turis lainnya, mereka berkeliling di kompleks istana Versailles yang megah.

Moberly dan Jourdain tidak menyadari kalau sebentar lagi mereka akan mengalami sesuatu yang luar biasa.

Petit Trianon yang Misterius
Setelah berkeliling untuk beberapa lama, mereka memutuskan untuk mengunjungi Petit Trianon, salah satu bangunan yang ada di kompleks itu.

Di tempat ini, ratu Marie Antoinette (1755-1793) biasa datang untuk beristirahat dan menjauhkan diri dari urusan-urusan istana.
Moberly dan Jourdan masuk ke taman bunga Trianon sambil mengagumi bunga-bunga yang ada disitu.
Kemudian keduanya menyadari kalau mereka tidak lagi mengenali pemandangan di sekitarnya. Seakan-akan mereka sedang berada di sebuah taman yang asing, berbeda dengan apa yang telah mereka lihat sebelumnya. Sepertinya mereka telah tersesat.
Dan peristiwa misterius itu terjadi!
Pemandangan dari masa lampau
Kedua wanita yang kebingungan itu kemudian berusaha mencari jalan keluar. ketika mereka berbelok di satu sudut jalan, mereka melihat sebuah rumah petani yang sudah kosong dan sebuah bajak tergeletak di sisi jalan setapak.
Tiba-tiba mereka merasakan sebuah perasaan aneh. Seakan-akan ada sebuah tekanan berat memenuhi pikiran mereka dan semuanya terasa begitu asing.
Lalu, entah darimana datangnya, dua pria muncul. Keduanya mengenakan pakaian aneh yang tidak mereka kenal, yaitu jas panjang berwana hijau abu-abu dengan topi tiga sudut.
Moderly dan Jourdain kemudian mendekati kedua pria tersebut dan bertanya bagaimana caranya supaya mereka bisa kembali ke Petit Trianon.
Kedua pria asing itu menunjuk jalan setapak yang sebelumnya tidak terlihat oleh mereka.
Setelah menelusuri jalan itu, Jourdain melihat sebuah pondok dengan seorang wanita dan seorang anak perempuan di pintu depannya. Wanita itu sedang menyodorkan sebuah kendi air minum untuk anak perempuan itu.
Anehnya, Moberly tidak bisa melihat pondok ataupun wanita dan anak perempuan itu, namun ia bisa merasakan perubahan pada atmosfer di sekitarnya. Ia menyadari kalau suasana telah berubah menjadi begitu tenang dan sunyi.
Ia mendeskripsikannya:
“Tiba-tiba semuanya terlihat tidak natural, karenanya menjadi sangat tidak nyaman. Bahkan pepohonan terlihat begitu datar dan tidak ada tanda-tanda kehidupan, seperti kayu-kayu buatan saja. Tidak ada efek dari cahaya matahari dan tidak ada angin yang berhembus.”
Perubahan pada atmosfer ini diiringi dengan perasaan tertekan yang semakin menjadi-jadi. Ditambah lagi dengan suhu yang cukup panas dan wangi bunga-bunga. Kedua wanita itu merasa seperti orang sakit.
Jadi, mereka memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon sambil mengipas-ngipas.
Moberly dan Jourdain bukan wanita yang gampang panik. Keduanya berasal dari keluarga terpelajar dan biasa menanggapi sesuatu dengan tenang dan berpikiran jernih. Namun kali ini mereka merasakan ada sesuatu yang tidak beres dan mereka tidak bisa menjelaskannya.
Setelah beristirahat sejenak, keduanya kembali berjalan. Kali ini mereka menemukan sebuah gazebo. Lalu mereka menghampirinya.
Ketika sedang berjalan menuju tempat itu, mereka melihat seorang pria sedang duduk disitu. Mereka tidak tahu dari mana pria itu datang. Namun yang membuat mereka kaget adalah penampilannya yang cukup mengerikan. Wajahnya menyeringai dan terlihat seperti seseorang yang sedang menderita cacar.
Menurut Jourdain:
“Pria itu memutar wajahnya perlahan-lahan, dan terlihatlah kalau wajahnya penuh dengan bintik-bintik seperti cacar. Kulitnya gelap dan ekspresinya terlihat seperti orang jahat. Walaupun aku tidak merasa ia sedang memperhatikan kami, namun aku bisa merasakan kejijikan yang luar biasa.”
Tiba-tiba, terdengar sebuah teriakan yang menyatakan kalau mereka telah salah mengambil jalan. Suara itu ternyata berasal dari seorang pria tinggi bermata gelap. Rambutnya yang sedikit keriting terlihat menyembul dari balik sombrero yang dikenakannya.
Kedua wanita itu memutuskan untuk mengikuti sarannya. Lalu mereka membalikkan badan dan kembali ke jalur semula. Kemudian, mereka melihat sebuah jembatan kecil. Setelah berjalan melewati jembatan itu, mereka ternyata sampai ke sebuah taman.
Namun peristiwa aneh yang dialami belum selesai.
Di taman itu, Moberly melihat seorang wanita sedang duduk di sebuah bangku. Ia mengenakan pakaian model kuno dengan syal berwarna hijau pucat. Namun, Jourdain tidak bisa melihatnya.
Awalnya Moberly mengira kalau wanita itu seorang turis, namun ia menyadari kalau turis tidak mungkin mengenakan pakaian dengan model yang kuno seperti itu.
Tiba-tiba seorang pria muncul dari salah satu bangunan disitu sambil membanting pintu. Pria itu mengatakan kepada Moberly dan Jourdain kalau gerbang menuju Petit Trianon ada di sebelah bangunan yang satunya. Ketika mereka berjalan memutar menuju sisi lain dari bangunan itu, mereka menemukan rombongan turis lainnya.
Perasaan tertekan yang terus menerus dirasakan mulai terangkat dan semuanya kembali menjadi normal.
Hantu Petit Trianon
Setelah pulang dari perjalanan liburan itu, Moberly dan Jourdain menyimpulkan kalau Petit Trianon sesungguhnya didiami oleh roh-roh dari masa lampau dan mereka memutuskan untuk meneliti lebih jauh sejarah Petit Trianon.
Dari hasil penyelidikan mereka mengenai sejarah Perancis yang berhubungan dengan Petit Trianon, mereka menemukan kalau pada tanggal 10 Agustus 1792, tanggal yang sama dengan tanggal kunjungan mereka, istana Tuileries di Paris dikepung oleh para pemberontak dan para penjaga istana turut dibantai. Peristiwa ini membuat keluarga kerajaan melarikan diri mencari perlindungan.
Moberly dan Jourdain mulai berpikir apakah dengan suatu cara mereka telah melihat hantu-hantu keluarga kerajaan atau melihat kembali situasi di masa lampau.
Kecurigaan ini menjadi semakin kuat ketika Moberly melihat lukisan Marie Antoinette karya Wertmuller. Ia terkejut karena menemukan kalau wanita yang dilihatnya sedang duduk di taman sangat mirip dengan Marie Antoinette yang tergambar di lukisan itu. Bahkan pakaian yang dikenakannya pun sama.
Setelah melihat beberapa lukisan lainnya, keduanya menemukan kalau pria yang memiliki wajah dengan cacar ternyata sangat mirip dengan musuh Marie Antoinette yang bernama Comte de Vaudreuil yang memang memiliki karakter wajah seperti itu.
Dalam beberapa kesempatan, keduanya kembali mengunjungi Petit Trianon. Mereka menemukan pemandangan berbeda dengan yang mereka lihat pada waktu itu. Mereka tidak bisa menemukan gazebo atau jembatan kecil yang yang mereka lewati. Namun dari hasil riset, diketahui kalau jembatan itu ada disitu pada tahun 1789.
Dari hasil penelitian pula terungkap kalau jas panjang berwarna hijau abu-abu yang dikenakan dua pria yang mereka lihat ternyata seragam para penjaga istana pada masa Ratu Antoinette.
Moberly dan Jourdain kemudian mempublikasikan pengalaman mereka dalam sebuah buku yang berjudul “An Adventure” yang diterbitkan pada tahun 1911. Keduanya menggunakan pseudonim Elizabeth Morison dan Frances Lamont. Identitas dua penulis ini baru terungkap pada tahun 1931 setelah kematian mereka.
Setelah identitas asli mereka terungkap, para peneliti semakin tertarik menyelidiki kasus ini mengingat latar belakang mereka yang terpelajar.
Penjelasan Alternatif
Beberapa penulis percaya kalau kedua wanita itu mengalami apa yang disebut dengan Time Slip. Tanpa sengaja, entah dengan cara bagaimana, keduanya kembali ke tahun antara 1789-1792 ketika terjadi peristiwa pengepungan istana Tuileries. Namun, tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana proses ini bisa terjadi.
Sebagian lain, termasuk Moberly dan Jourdain, percaya kalau apa yang dilihat mereka adalah hantu-hantu dari masa lampau. Hal ini juga dipercaya juga oleh banyak penulis lainnya sehingga mereka lebih suka merujuk peristiwa ini dengan istilah Ghosts of Versailles atau Ghosts of Trianon.
Penjelasan lain yang cukup supranatural adalah Retrocognition, yaitu pengetahuan mengenai sebuah peristiwa di masa lampau yang tidak didapat dari hasil belajar. Mereka yang percaya dengan penjelasan ini percaya kalau kedua wanita tersebut mendapatkan penglihatan mengenai peristiwa masa lampau. Teori ini tidak berhubungan dengan hantu, melainkan hanya dengan fenomena paranormal yang juga tidak bisa dijelaskan dengan sains.
Penjelasan lain yang mencoba untuk melihat dari sisi rasional dikemukakan oleh Philippe Julian pada tahun 1965. Ia mengatakan kalau pada tahun kunjungan Moberly dan Jourdain, ada seorang pejabat setempat bernama Robert de Monstesquiou yang suka mengadakan pesta dimana para tamunya diwajibkan mengenakan pakaian model kuno dan menampilkan tari-tarian. Moberly dan Jourdain mungkin telah tanpa sengaja masuk ke tempat para tamu ini mengadakan latihan untuk penampilan mereka.
Walaupun sukar untuk menerima argumen Julian, namun ternyata bukan hanya dia yang beranggapan seperti ini. Bahkan kalangan peneliti fenomena paranormal yang tergabung dalam Society for Psychical Research pun beranggapan kalau kedua wanita itu telah salah menginterpretasikan apa yang dialami mereka. Misalnya, dari hasil penyelidikan yang mereka lakukan, ditemukan sebuah peta taman Trianon yang berasal dari tahun 1903 yang jelas menunjukkan kalau memang ada jembatan kecil di tempat itu.
Mungkin argumentasi yang paling membawa kerusakan besar pada reputasi kedua wanita itu adalah yang dikemukakan oleh W.H Salter, seorang penulis, pada tahun 1950. Ia meneliti surat-surat korespondensi antara Moberly dan Jourdain dengan Society of Psychical Research dan menemukan kalau banyak deskripsi di dalam kisah mereka sesungguhnya baru ditambahkan pada tahun 1906 setelah keduanya melakukan riset mendalam mengenai Petit Trianon. Menurut Salter, kedua wanita ini mungkin telah membesar-besarkan pengalaman mereka.
Jadi, apa yang sesungguhnya terjadi pada Moberly dan Jourdain? Apakah mereka telah membuat sebuah cerita fiksi?
Ataukah mereka memang mengalami sesuatu yang supranatural di Petit Trianon
Read Post | comments

Sekularisme, akar merosotnya moral generasi muda Indonesia

Thursday, October 6, 2011


Pendidikan terkait pemahaman agama yang sangat kurang, arus informasi dan teknologi yang tidak terproteksi dengan baik, pengawasan yang lemah orang tua terhadap anak, kebutuhan ekonomi, serta penegakan hukum yang kurang berjalan dengan baik, dinilai sebagai faktor penyebab merosotnya moral anak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat yang menyatakan prihatin terhadap kemerosotan moral generasi muda yang kurang menghayati nilai-nilai keagamaan, hingga melakukan perbuatan yang dilarang agama.

Ketua Majelis Dakwah MUI Sumbar Duski Samad di Padang, Rabu (5/10/2011) mengatakan, saat ini sudah terlihat kemerosotan moral generasi muda, yang kurang meresapi nilai-nilai agama, budaya dan adat istiadat yang ada.

“Kita dapat melihat kemerosotan moral generasi muda itu dari jumlah kasus pemerkosaan yang terjadi di Sumbar periode Januari hingga Agustus 2011 yang mencapai 55 kasus, begitu juga tahun 2010 yang jumlahnya sama persis dengan kasus pada tahun ini,” kata Duski.

Untuk mengatasi semakin merosotnya moral generasi muda, peran keluarga sebagai lingkungan terdekat harus lebih aktif dalam memberikan pemahaman keagamaan agar anak-anak tidak gampang menuruti budaya sekuler yang kerapkali merusak moral anak.

Selain data yang ada di Polda Sumbar terkait kasus pemerkosaan yang mencapai 55 kasus, beberapa waktu belakangan di Sumbar juga marak pemberitaan tentang tersebarnya video porno pelajar yang baru duduk di SMK dan SMP provinsi itu.

Data dan fakta yang ada tersebut dapat menjadi acuan kemerosotan generasi muda saat ini, yang sudah harus dibenahi dan mengharuskan peran serata semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, alim ulama, cendikiawan, pemuka adat, serta pihak pemerintah.

Penyebab kemerosotan moral generasi muda menurut MUI Sumbar, diantaranya disebabkan oleh Pendidikan terkait pemahaman agama yang sangat kurang, arus informasi dan teknologi yang tidak terproteksi dengan baik, pengawasan orang tua terhadap anak yang lemah karena kesibukan masing-masing, pengaruh kebutuhan ekonomi, serta penegakan hukum yang kurang berjalan dengan baik.

“Semua pihak saat ini perlu memberikan keteladanan yang dapat dijadikan panutan bagi generasi muda agar terhindar dari bahaya kemerosotan moral, sebab itu, semua pihak harus merapatkan barisan dalam menangani permasalahan ini,” jelas Duski.

Kepada aparat penegak hukum sudah sepatutnya menjalankan fungsinya dengan baik, dengan menghukum seberat-beratnya para pelaku dan sumber yang dapat menyebabkan kemerosotan moral generasi muda ini.

Yang paling penting tentu saja, peran orang tua dan alim ulama yang harus lebih proaktif dalam mendidik dan mengisi akidah generasi saat ini. Yang patut dipahami oleh setiap orang tua, dan para calon orang tua tentunya, bahwa saat ini kaum Muslimin tidak hanya diserang secara fisik oleh musuh-musu Islam seperti yang terjadi di Afganistan atau Palestina.

Serangan yang tidak kalah bahayanya adalah serangan pemikiran dari musuh Islam yang bertujuan menjauhkan Ummat dari ajaran Islam yang benar. Liberalisme, secularism, pluralism, dan isme-isme lain sengaja dikoarkan-koarkan untuk mengaburkan Islam. Dampak serangan ini memang tak tampak secara fisik, karena tak menimbulkan kerusakan rumah, wilayah, atau bahkan kematian. Tetapi merosotnya moral, terkotorinya aqidah, hingg amenjadikan Islam hanya sebagai agama di KTP adalah tujuan utama serangan pemikiran tersebut. Wallohua’lam. 
Read Post | comments

MISTERI TANGGAL 26 YANG MENEWASKAN BANYAK JIWA

Tuesday, October 4, 2011

Umat manusia yang menghuni planet Bumi ini sudah sangat lama. Manusia dengan peradabannya dari waktu ke waktu silih berganti selalu dekat dengan bencana alam, baik gempa bumi, banjir, gunung meletus ataupun tsunami. Uniknya beberapa kejadian bencana alam tersebut terjadi pada tangal 26. Hal ini tentunya menjadi misteri dengan tanggal 26.

Tercatat ada 46 kejadian bencana alam di dunia. Berikut ini data dan fakta Bencana Alam yang terjadi pada tanggal 26 yang dihimpun dari berbagai sumber :

1). 26 Januari 1531 gempa bumi di Lisbon, Portugal, 30.000 orang tewas.

2). 26 Januari 1700 gempa di Laut Pasifik, dari Vancouver Island, Southwest Canada off British Columbia hingga Northern California, Pacific Northwest, USA. Dikenal sebagai megathrust earthquake.

3). 26 Juli 1805 gempa bumi di Naples, Calabria, Italy, 26.000 orang tewas.

4). 26 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus, 36.000 orang diperkirakan tewas.

5). 26 Desember 1861 gempa bumi di Egion, Yunani.

6). 26 Maret 1872 gempa bumi di Owens Valley, USA.

7). 26 Agustus 1896 gempa bumi di Skeid, Land, Islandia.

8). 26 Nopember 1902 gempa bumi di Bohemia, sekarang Czech Republic.

9). 26 Nopember 1930 gempa bumi di Izu.

10). 26 September 1932 gempa bumi di Ierissos, Yunani.

11). 26 Desember 1932 gempa bumi di Kansu, Cina, 70.000 orang tewas.

12). 26 Oktober 1935 gempa bumi di Colombia.

13). 26 Desember 1939 gempa bumi di Erzincan, Turki, 41.000 orang tewas.

14). 26 November 1943 gempa di Tosya Ladik, Turki.

15). 26 Desember 1949 gempa bumi di Imaichi, Jepang.

16). 26 Mei 1957 gempa di Bolu Abant, Turki.

17). 26 Maret 1963, gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang.

18). 26 Juli 1963 gempa bumi di Skopje, Yugoslavia, 1.000 orang tewas.

19). 26 Mei 1964 gempa bumi di S. Sandwich Island.

20). 26 Juli 1967 gempa bumi di Pulumur, Turki.

21). 26 September 1970 gempa bumi di Bahia Solano, Colombia.

22). 26 Juli 1971 gempa bumi di Solomon Island.

23). 26 April 1972 gempa bumi di Ezine, Turki.

24). 26 Mei 1975 gempa bumi di N. Atlantic.

25). 26 Maret 1977 gempa bumi di Palu, Turki.

26). 26 Desember 1979 gempa bumi di Carlisle, Inggris.

27). 26 April 1981 gempa bumi di Westmorland, USA.

28). 26 Mei 1983 gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepang.

29). 26 Januari 1985 gempa bumi di Mendoza, Argentina.

30). 26 Januari 1986 gempa bumi di Tres Pinos, USA.

31). 26 April 1992 gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA.

32). 26 Oktober 1997 gempa bumi di Italia.

33). 26 Januari 2001 gempa bumi di Gujarat, India, 1.000 orang tewas.

34). 26 Januari 2001 gempa bumi di Yunani.

35). 26 Maret 2002 gempa bumi di Mariana Island.

36). 26 Mei 2002 gempa bumi di New Zealand.

37). 26 Mei 2003 gempa bumi di Muir Beach, California, USA dan Seven Trees, California, USA.

38). 26 Mei 2003 gempa bumi di Halmahera, Indonesia.

39). 26 Mei 2003 gempa bumi di Honshu, Jepang.

40). 26 Agustus 2003 gempa bumi di Val Verde, California, USA dan NewJersey, USA.

41). 26 Desember 2003 gempa bumi dahsyat di Bam, Iran, 45.000 orang diperkirakan tewas, 70% kota modern di Bam hancur total.

42). 26 Nopember 2004 gempa bumi di Nabire, Papua, Indonesia.

43). 26 Desember 2004 gempa bumi dan badai Tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, diperkirakan lebih dari 150.000 orang tewas, kerugian materiil diperkirakan puluhan triliun rupiah.

44). 26 Mei 2006 Gunung Merapi merapi meletus.

45). 26 Oktober 2010 Gempa bumi dan tsunami di Mentawai. diperkirakan 311 orang tewas dan 502 hilang.

46). 26 Oktober 2010 Gunung Merapi meletus lagi, korbannya mencapai 29 orang tewas.

Subhanallah... begitu dahsyatnya dan mematikannya tanggal 26 untuk manusia di bumi ini!
Read Post | comments
 
© Copyright Panitia Hari Kiamat 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.