Popular Posts

Showing posts with label Kontroversi. Show all posts
Showing posts with label Kontroversi. Show all posts

Walisongo Penyebar Ajaran Setan Perusak Islam dan Nusantara??Artikel Sesat atau Bagaimana Pendapat Anda

Sunday, April 1, 2012

Walisongo Penyebar Ajaran Setan Perusak Islam dan Nusantara ??sesat atau bagaiamana
silahkan beri pendapat anda

penulis disini cuma mengshare saja untuk pendapat orang lain
silahkan dibaca untuk tau pendapat orang mau ia aliran apa kira kira begitu,

Sungguh bangsa ini terlalu bodoh untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak. Keengganannya belajar atau meneliti sumber referensi atau argumentasi suatu permasalahan membuatnya senantiasa terjebak kepada pembodohan demi pembodohan. Sampai hari ini bangsa yang rakyatnya demikian banyak ini akhirnya telah jatuh kafir tanpa mereka sendiri menyadarinya, hal itu diakibatkan ajaran 'Islam' (tanda kutip) yang mereka yakini berasal dari Wali Dungu yang dipuja puja oleh orang stres yang kemudian dikenal dengan sebutan Walisongo. Mari kita merunut kembali trik-trik istimewa yang dibawakan oleh 9 orang yang dianggap sakti atau memiliki karomah tersebut. Anehnya ke 9 orang Wali sakti tersebut tidak pernah menuliskan kitab keilmuan tentang Islam yang berdasarkan pada Quran dan Hadits yang shahih, namun justru berbuat aneh. Contohnya ketika Sunan Kalijaga masuk Islam, dia tidak diwajibkan shalat malah disuruh nungguin tongkat hingga tubuhnya dipenuhi tanaman merambat. Ini adalah suatu kekafiran atau suatu pelecehan terhadap Islam. Islam tidak mengajarkan hal seperti yang dilakukan para Wali sesat tersebut sama sekali. Sayangnya orang orang dungu terlanjur mencintai Wali setan itu sampai dengan saat ini. Mari kita mulai teliti beberapa intrik berdasarkan sejarah yang autentik mengenai perkembangan Islan di negeri ini dahulu kala.

Satu dari 20 orang Jawa mengisap candu, tulis pakar candu Henri Louis Charles Te Mechelen tahun 1882, seperti yang tercantum dalam buku Opium To Java karya James R.Rush. Kebiasaan mengisap candu bukan hanya terjadi di tanah Jawa, tetapi juga di sejumlah wilayah koloni Eropa di Asia, tulis Te Mechelen yang waktu itu menjabat sebagai Inspektur Kepala Regi Opium dan Asisten Residen Yuwana di wilayah Jawa Tengah masa kini. Penikmat candu tersebar di berbagai kalangan dan meluas di Jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada papan atas, candu dikonsumsi sebagai gaya hidup, disuguhkan sebagai tanda kehormatan bagi tetamu di rumah para bangsawan Jawa dan China, tetapi kelompok masyarakat lain juga menjadi pecandu, meskipun kebanyakan mengonsumsi candu kualitas rendah.


Menurut sejarawan Melayu, Aswandi Syahri, perdagangan candu di Kota Tanjung Pinang memang dilegalkan dengan pengawasan Pemerintah Hindia Belanda pada akhir abad ke-19. Candu diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang China di Tanjung Pinang waktu itu. Akan tetapi, perdagangan candu di Kota Tanjung Pinang sebenarnya sudah lama terjadi. Itu dapat dilihat dari sejarah perang kerajaan Riau yang dipimpin Raja Haji FisabiliLLAAH (maaf setelah ini saya tidak menempatkan asma ALLAH dibelakang nama raja satu ini ) (1783-1785). Penyulut perang itu adalah masalah candu.

Aswandi menjelaskan, Februari 1782 di perairan Tanjung Pinang, datang kapal Inggris, yaitu Betsy. Kapal itu membawa barang-barang perdagangan, termasuk 1.154 peti berisi candu. Kapal itu kemudian dibajak oleh pembajak dengan kapal La Sainte Therese yang dinakhodai Mathurin Barbaron, nakhoda asal Perancis. Kapal Inggris Betsy, lanjut Aswandi, kemudian dibawa oleh Mathurin ke Malaka yang dikuasai VOC. Raja Haji Fisabili yang mengetahui kejadian itu meminta pemerintah VOC di Malaka membagi hasil rampasan dari kapal yang dibajak oleh nakhoda asal Perancis itu.

Akan tetapi, pemerintah VOC di Malaka tidak ingin membagi hasil rampasan itu. Situasi memanas sehingga pasukan VOC dari Malaka menyerang Kota Tanjung Pinang yang waktu itu berada di bawah pemerintahan Raja Haji Fisabili. Kapal besar VOC yang bersandar di perairan Tanjung Pinang ditembak oleh pasukan Raja Haji Fisabili pada 6 Januari 1784. Ini kemudian dijadikan sebagai tanggal kelahiran Kota Tanjung Pinang.

Patut dicatat dalam hal ini khusus mengenai perdagangan candu, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memperdagangakan ini, para bandar membentuk lebih dahulu para pemakai aktifnya, yang tentu semua itu harus didahului dengan memberikan candu secara gratis kepada calon pemakai hingga dia ketagihan, dan yang pasti hal itu terjadi jauh sebelum perdagangan candu sudah berhasil sukses pada sekitar abad XVI. Hingga pada abad XVIII, para pengusaha dari etnis Tionghoa semakin berjaya melalui perdagangan candu dari China dan Benggala yang diangkut dengan kapal-kapal dagang China. Kemudian candu-candu itu diselundupkan dengan perahu-perahu nelayan menyusuri Sungai Lasem dan masuk melalui kanal-kanal atau gorong-gorong air menuju rumah-rumah pengusaha candu.

Perdagangan tersebut semakin mengembangkan pecinan, pergudangan, dan kawasan produksi, pengusaha Tionghoa, baik di sebelah barat maupun timur sungai. Namun, sekarang keriuhan perdagangan tak lagi terdengar dan kelihatan. Bangunan-bangunan perpaduan arsitektur China-Eropa di sekitar Sungai Lasem banyak yang hancur atau tidak terawat. Para pedagang China itu mementuk jaringan dagang dengan bekerjasama dengan penguasa pribumi, dan sesama pedagang China melalui perkawinan. Pola kawin politik ini memungkinkan hubungan ekonomi menjadi sebuah hubungan politik yang mendukung langgengnya bisnis orang-orang China di Jawa.

een-opiumschuiver-op-java-1900

Tak heran, jika pada masa peperangan dan perebutan kekuasaan raja-raja di Jawa, banyak diantara bangsawan-bangsawan keturunan China ikut terlibat dalam berbagai perseteruan politik. Salah satu faktor kesuksesan pedagang China terutama dalam mengelola bisnis candu di Hindia Belanda karena jaringan dagang yang luas, seluas kekuasaan kompeni Hindia Belanda itu sendiri. Jaringan perdagangannya meliputi kawasan regional, interegional, dan antarpulau. Perkembangan konsumsi candu telah menyertai perkembangan imperium perdagangan orang-orang China. Selain itu para pedagang China di pesisir utara Jawa Timur pandai menangkap kesempatan dan fasilitas yang diberikan oleh VOC berupa lisensi berdagang opium, maupun fasilitas dan perlindungan dari penguasa pribumi. Selanjutnya mereka juga membangun hubungan dagang dengan sesama etnis China untuk memperkokoh ikatan diantara mereka sendiri.
Infiltrasi VOC ke pesisir utara Jawa Timur, telah melibatkan para pedagang China sebagai jalan keluar, selain kekuatan militer, untuk mengatasi kesulitan perdagangan Kompeni Hindia Belanda di sana. Kompeni lebih memilih berpartner dengan para pedagang China karena kepiawaiannya dalam hal berdagang secara koleksi ataupun distribusi. Dengan membentuk jaringan dagang dengan orang-orang China di pesisir, Kompeni semakin memperlancar dominasi perdagangan di wilayah Jawa Timur meliputi Tuban, Gresik, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Besuki, Panarukan, dan Madura Barat (Bangkalan, Sampang, Pamekasan).


Belanda melalui Kompeni Belanda di Hindia Timur (Vereenigde Ost Indische Companie/ VOC) pada 1677 mendapatkan perjanjian dengan raja Jawa ketika itu, Amangkurat II untuk memasukkan candu ke Mataram dan memonopoli perdagangan candu di seluruh negeri. Perjanjian serupa juga disusul di Cirebon setahun kemudian. Sejak tahun 1619-1799 VOC bisa memasukkan 56.000 kg opium mentah setiap tahun ke Jawa. Dan pada 1820 tercatat ada 372 pemegang lisensi untuk menjual opium.

Berikut adalah beberapa riwayat yang seharusnya membantu menyadarkan umat akan adanya perbedaan antara ulama yang benar dan palsu. Kebanyakan dari ulama yang benar pada hari ini, tidak lain berada di dalam tahanan atau di barisan depan pada medan pertempuran.

'Abdullah Ibnu 'Abbas berkata bahwa Rasulullah ShallAllahu 'Alaihi Wasallam, bersabda yang artinya: "Akan ada penguasa yang kamu kenal dari mereka yang baik dan jahat. Siapa saja yang menentangnya akan selamat. Siapa saja yang berlepas diri darinya akan selamat. Dan siapa saja yang bersama dengan mereka akan binasa." (Dikoleksi oleh Ibnu Abi Syaibah dan At-Tabarani; Al-Al Bany dalam "Shahih Al-Jaami'", Hadits No. 3661)

Maka sudah sepantasnyalah kita bertanya, ada tujuan apa kok Walisongo dibudayakan sebagai penyebar Islam di Indonesia, walau kenyataan ilmiahnya tidak seperti itu. Ada apa dibalik pembunuhan Syaikh Siti Jenar yang bukan Wali dari China? Anehnya betapa para Wali tersebut dalam dakwaan terhadap Siti Jenar berdasarkan pemahaman Syari'at padahal selama ini tidak ada ajaran atau buku bernuansakan Syari'at peninggalan mereka? Ada apa dengan kisah tentang para Wali yang semuanya bernilai takhayul mistis dengan budaya candu yang membuat orang malas hingga Belanda bisa menjajah negeri ini sebegitu lama. Ada apa juga kedekatan para Wali itu dengan penguasa ketika itu padahal Islam melarang ulama untuk mendekati penguasa sebagaimana dijelaskan berikut ini.


Abul A'war As-Sulami berkata bahwa Rasulullah, bersabda yang artinya: "Hati-hati terhadap pintu-pintu penguasa; di sana ada kesukaran dan kehinaan." (Dikoleksi Oleh Ad-Dailamii dan At-Tabaraani; Al-Al Bany "As-Silsilah As-Shahiihah, Hadits 1253)

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah. Bersabda yang artinya: "Siapa saja yang mendekati pintu-pintu penguasa akan menderita. Siapa dari seorang hamba yang semakin mendekati penguasa, dia hanya memperbesar jarak dari ALLAH." (Dikoleksi oleh Ahmad; Al-Al Bany dalam "Sahiih at-Targhiib wat-Tarhiib", hadits no. 2241)

Jaabir berkata bahwa Rasulullah bersabda, kepada Ka'ab Ibnu Ujrah, yang artinya: "Wahai Ka'ab Ibnu Ujrah, Aku mencari lindungan Allah untukmu dari kepemimpinan orang bodoh. Akan ada penguasa, siapa saja yang datang kepada mereka kemudian membantu mereka dalam kezaliman dan membenarkan kebohongan mereka, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan tidak membantu mereka dalam kezaliman mereka, tidak juga membenarkan kebohongan mereka, maka dia dari golonganku dan aku dari golongannya, dia akan diizinkan menuju ke Haud (Dikoleksi oleh Ahmad, Al-Bazzar, Ibnu Hibban; Al-Al Bany dalam "Shahih At-Targhib wat Tarhib", Hadits No 2243)



Selain itu, ada berbagai riwayat dari perkataan Shahabat, yang dalam hal ini As-Suyuti telah mengumpulkan dari 'Ali Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, Hudzaifah Ibnu Al-Yaman, dan Abi Dzar, riwayat yang memperingatkan mendekati penguasa atau pintu-pitu penguasa. Lihatlah "Maa Rawahul Asaatiin Fii 'Adam Al Majii' Ilas Salaatin".

Ada begitu banyak dengan pengertian yang sama, berikut beberapa contoh:


Ibnu Mas'ud berkata: "Siapa saja yang menginginkan kemuliaan diennya, maka dia seharusnya tidak datang kepada penguasa." (dikoleksi oleh Ad-Daarimi)

Ibnu Mas'ud juga berkata: "Seorang pria datang kepada penguasa, membawa diennya dengannya, maka pergi tanpa membawa apapun." (Dikoleksi oleh Al-Bukhari dalam "Taarikh"nya dan Ibnu Sa'ad dalam "At-Tabaqaat").

Hudzaifah Ibnu Al-Yaman berkata: "Sungguh! Seharusnya tidak ada diantara kalian yang jalan walaupun satu hasta ke arah penguasa." (Dikoleksi oleh Ibnu Abii Syaibah)


Dia mengumpulkan dari ulama setelah Salaf, riwayat yang sama dari Sufyan At-Tsauri, Sa'id Ibnu Al-Musayyib, Hammad Ibnu Salamah, Al-Hasan Al-Basri, Ibnu Al-Mubarak, Abi Haazim, Al-Awzaa'i dan Al-Fudhail Ibnu Al 'Iyaad.
Disini adalah beberapa contoh dari Ulama Salaf:

Sufyan At-Tsauri berkata: "Jangan pergi, walaupun jika mereka memintamu untuk mengunjungi mereka hanya untuk membacakan 'qul huwAllahu ahad'." (Dikoleksi oleh Al-Baihaqi)

Maalik Ibnu Anas berkata: "Aku bertemu lebih dari 10 dan beberapa Taabi'in, semua dari mereka berkata, jangan pergi kepada mereka, jangan menegur mereka, yang berat ke penguasa." (Dikoleksi oleh Al-Khatib Al-Baghdaadi dalam "Ruwah Maalik").

Sufyan At-Tsauri berkata: "Memandang penguasa adalah sebuah dosa." (Dikoleksi oleh Abi Ali Al Aamudi dalam "Ta'liiq"nya)

Bisyr Al-Haafi berkata: "Betapa menjijikkan apakah itu permohonan untuk melihat seorang ulama, tetapi kemudian untuk mendapatkan jawaban bahwa dia berada di pintu penguasa" (Dikoleksi oleh Al-Baihaqi dalam "Syu'ab Al-Imaan").
Read Post | comments (1)

Albert Einstein, Ras Lyran dan Bencana Global Nabi Nuh

Dalam sebuah wawancara, Albert Einstein, menyatakan keyakinannya akan keberadaan “piring-piring terbang” atau UFO. Dan ia memperkirakan pesawat-pesawat itu, diawaki oleh manusia, yang berasal dari Planet lain (Alien). Menurutnya, mereka adalah keturunan dari manusia-manusia, yang dahulu pernah tinggal di bumi, 20.000 tahun yang lalu (Referensi : “Makhluk-Makhluk yang turun dari Langit”, karangan Anis Mansour dan “Timeless Earth”, karangan Peter Kolosimo). 

Pendapat Albert Einstein, ini nampaknya sejalan dengan pendapat Nazwar Syamsu, seperti tertulis di dalam Buku Serialnya “Tauhid dan Logika”, beliau meyakini dimasa sebelum Bencana Nuh (diperkirakan pada masa 13.000 tahun yang lalu, silahkan baca, Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam), Bani Adam telah mencapai kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat tinggi, dan telah mengenal teknologi penerbangan antar planet.
Kemajuan teknologi yang dicapai umat manusia ini, sangatlah wajar karena Peradaban Bani Adam di Bumi,mungkin telah mencapai jutaaan tahun. Sebagai salah satu contohnya, Jembatan Penyebrangan (Rama Bridge) yang dibikin pasukan kera, untuk Sri Rama, menyeberang ke Alengka, setelah dites dengan kadar isotop sudah berumur 1.700.000 tahun

Berdasarkan pendapat Albert Einstein dan Nazwar Syamsu di atas, sangat mungkin pada sekitar 20.000 tahun yang lalu, Umat Manusia telah mencoba menjajaki kehidupan di Planet-Planet di luar Bumi, dan telah melakukan migrasi besar-besaran (Migrasi Akbar), serta telah membentuk komunitas yang dikenali oleh Ahli Ufologi, sebagai Ras Lyran (Pendapat ini, agak berbeda dengan pendapat yang menyatakan bahwa Ras Lyran, telah meninggalkan bumi pada ratusan tahun yang silam).

Jika kita kembali ke masa 20.000 tahun yang silam, diperoleh informasi dimasa itu, terdapat 2 (dua) Peradaban Besar, yaitu Dinasti Rama (Berada Tanah India) dan Bangsa Lumeria (Diperkirakan berada di sebelah timur Nusantara). Dari ke-2 Peradaban ini, Bangsa Lumeria dikisahkan bermigrasi di luar bumi, untuk menghindari peperangan.

Kuat dugaan Bangsa Lumerian ini-lah, yang menjadi cikal bakal Ras Lyran (Pendapat ini, nampaknya bertolak belakang dengan Pendapat yang menyatakan Bangsa Lumerian berasal dari Keturunan Ras Lyran). Bukti bahwa Ras Manusia dibumi, lebih tua dari Ras Lyran, bisa terlihat dari beraneka-ragamnya etnis, warna kulit dan budaya yang terdapat di Bumi, jika dibandingkan Ras Lyran, yang menurut Ahli Ufologi, memiliki persamaan budaya dan ciri fisik, antara satu dengan lainnya.

Ketika di Bumi terjadi Bencana Global Nuh, yang mengakibatkan umat manusia kembali kepada peradaban primitif. Bangsa Lumerian, yang berada sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi (Constellation of Lyra), tidak merasakan dampaknya. Bangsa ini, masih memiliki teknologi yang sangat tinggi.

Bahkan sebagian dari mereka, ada yang kembali ke Bumi, membangun Peradaban Atlantis (Diperkirakan berada di dataran Sundaland). Namun Peradaban ini tidak berlangsung lama, pada sekitar 11.600 tahun yang lalu (menurut catatan Plato), peradaban ini musnah dihancurkan gelombang air laut dalam satu malam
WaLlahu a’lamu bishshawab.
Read Post | comments

Penduduk NUSANTARA dari luar Galaksi BIMASAKTI ?

Ketika ALLAH, melalui Al-Quran mengisyaratkan kepada manusia dan jin untuk bisa menembus langit dan bumi. Banyak orang percaya, tantangan ini telah berhasil dijawab oleh bangsa Jin, bahkan menurut mereka Fenomena UFO yang terlihat belakangan ini, berasal dari penampakan makhluk gaib ini.

Bagaimana dengan manusia ?


Benarkah umat manusia, hanya mampu sampai ke Bulan dan itupun cuma sebentar ?

Se-primitif itukah teknologi, yang dimiliki Manusia, keturunan Nabi Adam ??? 

Hai jama‘ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar-Rahman (55) ayat 33)
Manusia telah menjelajah angkasa, ribuan tahun yang silam Berdasarkan Penemuan Arkeologis, diperoleh informasi teknologi manusia sekarang, sangat jauh tertinggal dari teknologi di masa lalu. Sebagaimana terlihat pada gambar beriku.



Peche Merle Cave, France, paintings, 17.000-15.000 SM


Pada lukisan di atas, yang berasal dari masa ribuan tahun yang silam, terlihat, umat manusia telah mengenal teknologi antariksa Nampaknya, umat manusia mengalami kemunduran teknologi, diperkirakan disebabkan oleh kehancuran peradaban akibat dari peperangan dan bencana alam.


Bani Adam, di Planet lain…
Ketika ALLAH menciptakan Nabi Adam. ALLAH mengajarkan kepadanya semua nama-nama (ilmu pengetahuan universal), yang bahkan tidak dipahami oleh Para Malaikat sekalipun. Dan saat pengetahuan itu diuji, leluhur seluruh umat manusia ini telah membuat Para Malaikat terkagum-kagum, dan pada akhirnya ALLAH memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam


Dengan pengetahuan yang sedemikian tinggi yang dimiliki oleh Nabi Adam, logikanya kalau hanya sekedar membuat sebuah pesawat antar galaksi, rasanya bukan sesuatu yang sulit bagi beliau. Dan pengetahuan antariksa ini, tentunya diwarisi juga oleh generasi-generasi awal umat manusia.
Atas dasar pemahaman inilah, disimpulkan di masa ribuan tahun yang silam, umat manusia bukan saja membangun peradaban di bumi, melainkan juga telah merintis koloni-koloni di planet-planet lain, yang memiliki sumber-sumber peghidupan yang cocok bagi umat manusia.


13309860741200312515


Dan bukan mustahil, Fenomena UFO yang muncul akhir-akhir ini berasal dari saudara-saudara kita dari Planet-Planet yang jauh. Hal ini semangkin diperkuat dari pernyataan saksi-saksi mata, mengenai keberadaan alien (Blond, Nordic, Vegan dan lain-lain), ternyata fisiknya seperti manusia.
Beberapa pendapat pendukung lainnya…


- Pernyataan Sergeant Clifford Stone yang mengatakan bahwa banyak sekali alien-alien yang berwujud manusia- Pernyataan David Wilcox yang mengatakan bahwa dari sumber intelijen diketahui paling tidak pada 8 galaksi yang mayoritas penduduknya adalah manusia
- Kenyataan bahwa DNA Alien Grey bisa dikombinasikan dengan DNA Manusia (Buku The Threats – David Jacobs) mengindikasikan bahwa ada kemiripan DNA .


- Pernyataan Alien Janos bahwa mereka tadinya adalah manusia bumi yang pindah dari bumi untuk menghindari perang (Buku The Janos People – Frank Johnson)


Kenyataan bahwa terdapat Bani Adam di Planet lain, juga di amini oleh Dicky Zainal Arifin pengarang buku Novel Arkhytirema. Buku yang sumbernya diperoleh melalui hasil insvestigasi astral dalam bentuk “time travel”, menceritakan keberadaan Bani Adam, yang tersebar di beberapa Planet di luar Bumi di antaranya :


- bangsa TRUNKA di Planet TRUNKA di gugusan ORNORAG


- bangsa ERATUS di Planet UNDAMUNGTHA gugusan GHURABHAL


- bangsa NEGRIDA di Planet TRABIX gugusan BINNURA


- bangsa LEMURIAN di Planet LEMURIAN di sisi luar galaksi BIMASAKTI berdekatan dengan galaksi ANDROMEDA


Menurut Kang Dicky, Bangsa Lemurian, berasal dari Benua Lemuria yang keberadaannya saat ini lebih dikenal dengan nama Nusantara. Bahkan salah seorang Penduduk Lemurian yang bernama Aki Tirem (Arkhytirema), menjadi salah seorang leluhur dari Masyarakat Sunda dan Suku Jawa.
Read Post | comments

Paus Benediktus Resmi Minta Pembuktian Ilmiah Keaslian Injil Turki

Paus Benediktus XVI telah membuat permintaan untuk mengungkap rahasia Alkitab kuno berusia 1500 tahun. Permintaan resmi itu telah disampaikan Vatikan kepada pemerintah Turki, senin (27/2).

Vatikan ingin mengungkap kontroversi Injil ini dengan ajaran dan dogma Kriten juga dibanding injil lain. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay telah mengkonfirmasi permintaan Vatikan ini. 

Injil yang ditulis dengan tinta emas ini menggunakan bahasa Aramik, bahasa yang dipercayai digunakan Yesus. Alkitab berusia 1.500 tahun tersebut diduga, adalah Injil Barnabas dan bernilai lebih dari 20 juta dolar AS.

Pemerintah Turki telah menyembunyikan injil ini selama 12 tahun terkahir. Buku itu ditemukan oleh polisi Turki dalam operasi anti-penyelundupan pada tahun 2000 dan terus dijaga selama 10 tahun.

Alkitab ini jauh berbeda dengan empat injil utama Kristen, Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Hal itu dikarenakan, Alkitab ini berisi prediksi kedatangan seorang nabi setelah Isa (Yesus). Dan dianggap inilah ajaran versi asli Injil.

Selain itu, adalah versi yang lebih konsisten dengan keyakinan Islam dari Kristen. Alkitab ini menolak dogma Tritunggal dan Penyaliban. Hal ini juga menggambarkan Yesus menolak Mesias dan mengklaim penerusnya berasal dari keturuan Ismael (Arab).

Pendeta Protestan, Ihsan Oznek membantah keaslian isi Alkitab ini, Dia mengatakan bahwa St. Barnabas hidup pada abad pertama dan merupakan salah satu rasul Yesus, yang berbeda dengan versi Injil ini yang berasal dari abad kelima. Namun menurut, Profesor Teologi, Omer Faruk Harman untuk membuktikan keaslian dan umur dari Alkitab ini adalah dibuktikan dengan scan secara ilmiah.

Berita sebelumnya;

Injil yang Menubuwatkan Kedatangan Nabi Muhammad Ditemukan di Turki

Sebuah kitab Injil berusia 1.500 tahun yang lalu yang menyatakan bahwa Yesus menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad ke Bumi, telah menarik perhatian Vatikan pekan ini.

Paus Benediktus XVI dilaporkan telah diminta untuk melihat kitab tersebut, yang telah tersembunyi di Turki selama 12 tahun terakhir, menurut laporan Daily Mail.

Injil, yang dilaporkan bernilai $ 22 juta, dilaporkan berisi prediksi Yesus akan datangnya Nabi Muhammad, menteri pariwisata dan budaya Turki Ertugrul Gunay mengatakan kepada surat kabar Inggris.

“Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil yang ditemukan ini memperlakukan Yesus sebagai manusia dan bukan Tuhan. Injil ini menolak ide dari Tritunggal Kudus dan Penyaliban dan mengungkapkan bahwa Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad,” lapor Daily mail.

“Dalam satu versi Injil tersebut, Yesus mengatakan kepada para muridnya: “Bagaimana Mesias disebut? Muhammad adalah namanya yang diberkati.”

“Dan di tempat lain, Yesus menyangkal menjadi Mesias, mengklaim bahwa ia akan menjadi Ismail, istilah yang digunakan untuk orang Arab,” tambah surat kabar itu.

Menurut laporan tersebut, umat Islam mengklaim teks, yang banyak dikatakan adalah Injil Barnabas, adalah tambahan dari kitab-kitab Injil yang sudah ada yaitu Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.

St Barnabas secara tradisional diidentifikasi sebagai pendiri Gereja Siprus, seorang Kristen awal yang kemudian menjadi rasul.

Gunay mengatakan bahwa Vatikan telah secara resmi diminta untuk melihat injil tersebut, yang Turki temukan selama operasi anti-penyelundupan polisi pada tahun 2000.

Skeptisisme atas keaslian naskah tulisan tangan kuno ini mulai bermunculan.

Pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan versi Injil tersebut dikatakan berasal dari abad kelima atau keenam, sementara St Barnabas hidup pada abad pertama sebagai salah satu Rasul Yesus.

“Salinan di Ankara mungkin telah ditulis oleh salah satu pengikut St Barnabas,” katanya kepada surat kabar Today Zaman.

Tapi kecurigaan sebenarnya segera dapat diselesaikan dengan mudah. Usia sebenarnya dari Injil bisa segera ditentukan oleh penelitian ilmiah, profesor teologi Turki Ömer Faruk Harman mengatakan kepada Daily Mail, untuk mengklarifikasi apakah itu ditulis oleh St Barnabas sendiri atau pengikutnya.
Read Post | comments

Sekte Kristen Ortodok Syiria (KOS) ! Berbahaya

Saturday, November 26, 2011


Sekte Kristen Ortodok Syiria adalah salah satu sekte / aliran kristen yang ajarannya sangat persis dengan Islam dari cara berpakaiannya yang memakai peci/kopiah, baju koko, sajadah dan juga jilbab. Amalan-amalan ibadahnya juga sangat mirip dengan Islam. Dalam sekte ini, mengenal sholat 7 waktu: Sa’atul awwal (shubuh), Sa’atuts tsalis (dhuha), Sa’atus sadis (Zhuhur), Sa’atut tis’ah (ashar), Sa’atul ghurub (maghrib), Sa’atun naum (Isya’), dan Sa’atul layl (tengah malam/tahajud).

Pokok-pokok syariatnya juga mirip dengan Islam yaitu:

1. KOS berpuasa 40 hari yang disebut shaumil kabir yang mirip puasa ramadhan.

2. KOS memiliki puasa sunnah di hari Rabu dan Jum’at yang mirip dg Puasa Sunnah senin dan kamis.

3. KOS mewajibkan jama’ahnya berzakat 10% dari penghasilan kotor (bruto).

4. Kalangan perempuan KOS juga diwajibkan mengenakan Jilbab & jubah yang menutup aurat hingga mata kaki.

5. Pengajian KOS juga menggunakan tikar/karpet (lesehan), layaknya umat Islam mengadakan pengajian.

6. Mengadakan acara Musabaqoh Tilawatil Injil dengan menggunakan Alkitab berbahasa Arab.

7. Mengadakan acara rawi dan shalawatan ala KOS mirip apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslim.

8. Mengadakan acara Nasyid, bahkan sekarang sudah ada Nasyid “Amin Albarokah“ & Qasidah Kristen (dengan lirik yang mengandung ajaran Kristen berbahasa Arab).


Meski terlihat sangat santun dan membiasakan berbahasa Arab (Ana, Antum, Syukron, dsb), tetapi mereka tetaplah Kristen. Kitab suci mereka tetap saja Alkitab, dan mereka tetap menuhankan Yesus dalam Trinitas. Hanya metodologi da’wah yang menyerupai umat Islam karena KOS berasal dari Syria. "KOS" tidak memakai 12 syahadat Iman Rasuli umat Kristen, sebagai gantinya mereka memakai ”Qanun al-Iman al-Muqaddas”. Penggunaan istilah islam sangat sering dijumpai, seperti ”Sayyidina Isa Almasih” untuk penyebutan Yesus. Mereka juga memakai Injil berbahasa Arab (Alkitab AlMuqaddas).

Meskipun ajaran KOS dengan ajaran Islam sangat mirip dalam pelaksanaannya, akan tetapi KOSdan Islam sangat jauh berbeda dari segi Tauhid atau keyakinan. Prinsip ajaran KOS masih berputar sekitar masalah trinitas, yaitu mengakui adanya Tuhan bapak, Tuhan anak dan Ruh kudus.


Read Post | comments

Bela Ahmadiyah dan Gereja, Salah Satu Misi Obama ke Indonesia

Thursday, November 17, 2011

Barack Obama akhirnya tiba di Bali kemarin (17/11/2011) untuk menghadiri KTT ASEAN di Bali. Selain acara itu, Obama juga akan mengunjungi sejumlah tempat di Pulau Dewata.

Misi yang diemban Obama adalah pembelaan terhadap sekte sesat Ahmadiyah di Indonesia. Pasalnya, sebelum kedatangannya di Bali, organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) mendesak Obama untuk membahas sejumlah isu dengan pemimpin Indonesia, di antaranya adalah soal penyerangan massa terhadap kelompok Ahmadiyah beberapa waktu lalu.

Menurut HRW yang berbasis di New York, AS, meski hangatnya hubungan AS-Indonesia, Obama harus blak-blakan saat bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bali.

Sebelumnya, kelompok-kelompok HAM Indonesia dan internasional telah mengecam ringannya vonis hukuman yang dijatuhkan terhadap para pelaku penyerangan Ahmadiyah.

“Hubungan pemerintahan Obama yang meningkat dengan Indonesia berarti harus jujur mengenai tantangan HAM serius di Indonesia,” cetus Elaine Pearson, wakil direktur Asia di HRW seperti dilansir AFP, Rabu (16/11/2011).

“Ketidakacuhan pemerintah Indonesia atas kekerasan massa terhadap kelompok-kelompok agama dan kebrutalan oleh tentara-tentara terhadap para demonstran damai merupakan cara bagus untuk memulai,” imbuh Pearson dalam statemennya.

Pearson meminta Obama untuk mendesak SBY guna mengakhiri aturan hukum yang diskriminatif dan melindungi warga minoritas agama di Indonesia. “Obama perlu mengganti pujiannya dulu soal kebebasan beragama di Indonesia dengan beberapa pembicaraan sulit mengenai kebebasan beragama,” tandas Pearson.

Pearson juga meminta Obama untuk membahas masalah konflik di Papua.

Omong kosong Pearson ini jelas bertolak belakang dengan fakta yang sesungguhnya. Insiden kerusuhan Ahmadiyah di Cikeusik Banten adalah bentrokan berdarah yang didahului provokasi pihak Ahmadiyah. Hal ini dibuktikan dengan putusan Pengadilan Negeri Serang Banten, yang memvonis Deden Sudjana dengan hukuman enam bulan penjara. Deden divonis bersalah karena terbukti melawan pejabat hukum dan melakukan penganiayaan terhadap Idris, dalam bentrokan warga dengan Ahmadiyah di Cikeusik, 6 Februari silam.

Omong kosong Pearson lainnya adalah soal kebebasan beragama dan tekanan terhadap minoritas. Menteri Agama RI, Suryadharma Ali pernah mengungkapkan,  berdasarkan data statistik fakta di lapangan, justru tingkat pertumbuhan Gereja jauh lebih besar di banding Masjid. Dalam kurun waktu 1997 hingga 2004, pertumbuhan rumah ibadah Kristen sebesar 150 persen, Budha 360 persen, dan Hindu 400 persen. Sedangkan tingkat pertumbuhan rumah ibadah umat Islam hanya sebesar 64 persen.

Adapun penentangan berdirinya rumah Ibadah di beberapa tempat seperti kasus HKBP di Ciketing Bekasi juga Gereja Yasmin di Bogor adalah ulah pihak Kristen yang keras kepala untuk mendirikan rumah ibadah dengan cara-cara penipuan seperti pemalsuan dukungan warga.

Jelaslah bahwa kedatangan Obama ke Indonesia adalah mengusung misi ‘titipan’ para musuh Islam
Read Post | comments

Kontroversi E-KTP: Untungkan Intelijen AS & Ancam Kemananan Nasional?

Sunday, November 13, 2011


Pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik sedang berlangsung. Sosialisasi proyek berbiaya Rp5,84 triliun itu terus digalakkan. Salah satu manfaat yang menjadi ‘jualan’ pemerintah adalah, e-KTP akan mampu berkontribusi bagi keamanan nasional, khususnya dalam menekan ruang gerak para teroris.

Terduga ‘teroris’ kerap ditemui dengan banyak identitas palsu. Dengan e-KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), identitas palsu diklaim akan segera dapat diketahui karena tertolak oleh sistem.

Keyakinan tersebut masih menjadi perdebatan, karena di era teknologi informasi yang semakin canggih, data keamanan nasional tingkat tinggi sekalipun rentan terhadap aktivitas para peretas dan pencuri data. Kasus bocornya ratusan ribu dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) oleh Wikileaks bisa menjadi contoh.

Namun pemerintah tetap yakin. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sang pemilik proyek, mengklaim e-KTP ala Indonesia tidak akan dapat ditembus serta disalahgunakan. Keyakinan itu mereka wujudkan dengan melibatkan bantuan dari 15 lembaga seperti BIN, BPPT, ITB, dan Lembaga Sandi Negara.

Pertanyaannya kini, bagaimanakah jika penyalahgunaan data e-KTP dilakukan negara?

Satu hal yang mungkin belum menjadi concern publik dalam kaitan dengan e-KTP adalah keterlibatan L-1 Identity Solutions sebagai penyuplai perangkat perekam sidik jari atau AFIS (Automated Fingerprint Identification System) dalam proyek e-KTP di Indonesia.

Perhatian publik selama ini tertuju pada dugaan adanya kolusi dan korupsi dalam tender pengadaan e-KTP. Seperti pernah dilaporkan secara khusus oleh sebuah media nasional, pemenang tender sudah dirancang sedari awal. Sejumlah rapat, yang dihadiri pihak penawar (yang kemudian menjadi pemenang), sejumlah vendor (termasuk perwakilan L-1), dan pemilik tender (pemerintah) terjadi jauh sebelum pemenang tender diumumkan.

L-1 IDENTITY SOLUTIONS

TERLEPAS dari semua itu, ada baiknya kita mencermati keberadaan L-1 dalam proyek e-KTP (L-1 mengutus seorang Lead Solution Architect ke Indonesia selama pengadaan e-KTP), bukan dalam konteks kolusi proyek tapi keamanan nasional.

L-1 Identity Solutions Inc., perusahaan besar dengan nama besar, tapi kredibilitas meragukan. L-1, yang berbasis di Stamford, Connecticut, AS, adalah salah satu kontraktor pertahanan terbesar. Perusahaan, yang berdiri pada Agustus 2006 ini mengambil spesialisasi dalam bidang teknologi identifikasi biometrik (seperti sidik jari, retina, dan DNA). L-1 juga menyediakan jasa konsultan dalam bidang intelijen.

Pendapatan L-1 per tahun diperkirakan mencapai angka US$1 miliar pada 2011. Stanford Washington Research Group, dalam lapoannya, menyebut L-1 sebagai pemimpin pasar internasional proyek identitas biometrik yang diperkirakan bernilai US$14 miliar selama periode 2006-2011.

L-1 menebar proyek hingga ke lebih daripada 25 negara. Di AS, L-1 digandeng Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri dalam proyek visa, paspor, dan SIM. Sejumlah kalangan menyebut L-1 kian memonopoli bisnis identitas di AS, dan secara global, apalagi setelah mereka diakuisisi Safran Morpho, perusahaan keamanan multinasional asal Prancis, pada Juli 2011.

Jika melihat siapa di balik L-1, maka kita tak perlu heran melihat prestasi “bebas-hambatan” di atas. Manajemen puncak L-1, secara khusus, memiliki sejarah hubungan dekat dengan CIA, FBI, dan organisasi pertahanan AS lainnya. Mereka, pada umumnya, memiliki latar belakang dan rekam jejak yang seharusnya membuat kita tidak nyaman.

L-1 mencatat nama George Tenet, mantan Direktur CIA, dalam dewan direktur. Pada 2006, CEO L-1 Robert V LaPenta pernah berujar, “Anda tahu, kami tertarik dengan CIA, dan kami memiliki Tenet.” Tenet terkenal berkat kemahiran berdusta. Dia terungkap memberi informasi intelijen palsu kepada diplomat AS soal keberadaan senjata pemusnah massal di Irak, yang kemudian berujung pada invasi Irak 2003.

Ada nama lain, seperti Laksamana James M Loy sebagai direktur. Karir Loy merentang dari komandan US Cost Guard (1998-2002), wakil menteri untuk Keamanan Transportasi (2002-2003), dan wakil menteri keamanan dalam negeri (2003-2005).

Robert S Gelbard, salah satu anggota dewan direktur, pernah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden AS untuk Balkan pada masa pemerintahan Bill Clinton. Yang lebih menarik, mantan wakil menteri luar negeri 1993-1997 itu pernah bertugas di Indonesia sebagai duta besar pada 1999-2001.

Nama direktur lainnya adalah BG (Buddy) Beck, bekas anggota Dewan Sains Pertahanan (DBS), yang memberi rekomendasi perkara iptek kepada militer AS. Lalu, Milton E Cooper, mantan kepala Dewan Penasehat Sains Nasional, lembaga yang menginduk kepada militer. Dan Louis H Freeh, mantan direktur FBI (1993-2001).

Safran Morpho, pemilik baru L-1 juga tak terlalu ‘bersih’ dalam urusan figur kontroversial. Di sana duduk Michael Chertoff, mantan menteri Keamanan Dalam Negeri AS pada masa pemerintahan George W Bush, sebagai penasehat strategis. Chertoff adalah salah seorang perancang USA PATRIOT Act, undang-undang yang menumbuhsuburkan pengawasan dan penyadapan oleh FBI terhadap telepon, e-mail, dan data pribadi lainnya. Chertoff juga pendukung maniak pemindaian seluruh tubuh (full body scanning) (teknologi pemindai “full body” yang diterapkan AS mampu menunjukkan permukaan telanjang kulit di bawah pakaian, termasuk lekuk payudara dan kemaluan. Bahkan, versi terbaru dilaporkan bisa menghadirkan image “full color”).

Nama di atas tentu saja tak bisa secara langsung dihubungkan dengan potensi ancaman e-KTP terhadap keamanan nasional Indonesia. Namun, kedekatan mereka dengan intelijen dan militer negara Paman Sam sudah seharusnya menjadi perhatian.

...kedekatan mereka dengan intelijen dan militer negara Paman Sam sudah seharusnya menjadi perhatian...

Di AS sendiri, muncul gerakan publik “Stop Real ID”. Gerakan itu menolak proyek “Real ID” (semacam e-KTP). Demikian pula di India. Koalisi LSM pemerhati hak sipil membentuk gerakan yang menolak proyek Unique Identity Number (UID) yang disebut “Aadhaar”. Gerakan itu mereka sebut “Say No to Aadhaar”. Baik Real ID di AS maupun Aadhaar di India melibatkan L-1 Identity Solutions sebagai vendor dan konsultan.

POTENSI ANCAMAN

POTENSI ancaman e-KTP terhadap keamanan nasional, lebih jauh, bisa dilihat dengan memperhatikan indikasi berikut.

Pertama, adanya upaya untuk secara internasional berbagi data biometrik. Amerika Serikat, pada khususnya, adalah negara yang bersikeras untuk berbagi data biometrik dengan negara lain.

Dalam kesaksian di hadapan Subkomite Keamanan Dalam Negeri DPR AS pada 2009, Kathleen Kraninger (Deputi Asisten Menteri untuk Kebijakan) dan Robert A Mocny (Direktorat Perlindungan Nasional US-VISIT) menyatakan sebagai berikut:

...Amerika Serikat, pada khususnya, adalah negara yang bersikeras untuk berbagi data biometrik dengan negara lain... 
“Untuk memastikan bahwa kita mampu menghancurkan jaringan teroris sebelum mereka sampai ke Amerika Serikat, kita harus berada di depan dalam mengendalikan standar biometrik internasional. Dengan mengembangkan sistem yang kompatibel, kita akan mampu berbagi informasi teroris internasional dengan aman demi memperkuat pertahanan kita.”

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh S Magnuson pada 2009 pada majalah “National Defense”, berjudul “Defense Department Under Pressure to Share Biometric Data”, pemerintah AS mengklaim telah memiliki kesepakatan bilateral dengan sekitar 25 negara untuk berbagi data biometrik.

“Setiap kali pemimpin negara lain mengunjungi Washington dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Luar Negeri akan memastikan bahwa mereka menandatangani kesepakatan (berbagi data biometrik) tersebut.”

Washington tampaknya tak hanya menempuh cara formal. Seperti pernah diungkap dalam kabel diplomatik AS—yang dibocorkan Wikileaks—Kementerian Luar Negeri AS menginstruksikan diplomat AS untuk secara rahasia mengumpulkan identifikasi biometrik para diplomat negara lain.

FBI tak ketinggalan. Seraya mengklaim ingin membuat “dunia lebih aman”, FBI mendesak inisiatif berbagi data biometrik di antara negara-negara.

Kedua, lemahnya undang-undang terkait pengamanan database kependudukan, terutama jika memperhatikan upaya berbagi data dengan negara lain.

UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sangat minim mengatur isu perlindungan dan keamanan data. Isu berbagi data dengan negara lain sama sekali tak diatur. Bahkan, lebih jauh, UU tersebut ‘memberi’ celah bagi pemegang kekuasaan untuk “mengubah”, “meralat”, dan “menghapus” tanpa sepengetahuan sang pemilik data, warga negara itu sendiri. Ini rentan bagi upaya manipulasi data demi kepentingan tertentu.

...lagi-lagi, hak konstitusional warga negara untuk dilindungi privasinya terganggu... 
Aturan turunannya lebih buruk lagi. PP 37/2007 membuka peluang bagi siapa pun, termasuk pihak swasta, untuk memperoleh dan menggunakan database kependudukan dengan syarat yang ringan: izin menteri. Di sini lagi-lagi, hak konstitusional warga negara untuk dilindungi privasinya terganggu. Tak ada satu klausul pun dalam peraturan itu yang mewajibkan adanya pengetahuan si pemilik data.

Tekanan negara Abang Sam terhadap Indonesia untuk berbagi data biometrik sangat mungkin terjadi. Apalagi mantra “perang melawan teroris” masih terlampau sakti bagi sebagian besar pejabat Indonesia yang tak punya nyali. Terlebih kata ‘berbagi’ kerap tak berlaku timbali balik, alias sepihak demi keuntungan negara yang lebih kuat.

Menjual privasi demi keamanan negara (aman dari teroris, katanya) mungkin bisa dianggap sikap patriotis seorang warga negara. Namun, seperti dikatakan salah seorang “founding father” AS, Benjamin Franklin:

“People willing to trade their freedom for temporary security deserve neither and will lose both” (orang ingin menjual kebebasannya dengan keamanan yang sementara justru tidak akan mendapatkan semua dan kehilangan keduanya).

Apakah kita mau kehilangan keduanya? 
Read Post | comments

Kontroversi Seputar Kain Kafan Yesus

Thursday, September 8, 2011

Kain yang diyakini kafan Yesus mungkin merupakan artefak keagamaan paling kontroversial di dunia.
Kain yang memiliki sebutan Kain Kafan dari Turin yang dipercaya membungkus jenazah Yesus setelah wafat di kayu salib mencetak wajah Sang Juru Selamat.

Tercetaknya wajah Yesus, yang kemudian menjadi acuan berbagai lukisan atau patung Yesus itu memicu debat soal keasliannya. Dan setelah kembali dipamerkan untuk pertama kalinya dalam 10 tahun, perdebatan itu tampaknya tengah menuju ke hasil akhir.

Berbagai referensi sejarah soal kain kafan Yesus sudah tersedia, namun satu-satunya catatan yang paling bisa diandalkan adalah yang tersimpan di Katedral Turin sejak abad ke-16.

Kain berpola kerangka berukuran 1,21m x 4,42m itu berlumuran bercak darah manusia dan tampak jelas menunjukkan sosok seseorang yang baru saja menjalani hukuman penyaliban.

Gambaran yang paling terkenal yaitu sosok wajah Yesus lengkap dengan janggut tebalnya memang tak bisa dengan mudah dilihat mata telanjang. Gambaran wajah itu baru terlihat pada akhir abad ke-19 dalam sebuah foto yang diambil oleh seorang fotografer amatir.

Pada tahun 1988 kain itu tak lagi bisa dilihat dengan bebas. Para ahli penanggalan karbon dari Universitas Oxford, Zurich dan Arizona saat itu "membuktikan" kain kafan itu adalah buatan abad ke-14 sehingga wajah yang tercetak di atasnya bukan wajah Yesus.

Kini, banyak kalangan yang mempertanyakan proses penelitian dan menganggap proses penelitian kurang akurat.

Seorang sejarawan yang telah banyak menulis buku seputar masalah ini, Ian Wilson yakin kain kafan Turin itu memang kain yang membungkus jenazah Yesus. Apa yang mendasari keyakinan Wilson itu?

"Sampel yang diambil untuk penelitian tahun 1988 itu diambil dari tempat yang tidak seharusnya, yaitu pojok kiri atas," kata Wilson.

"Sebab, sebelum tahun 1840 satu-satunya cara memamerkan kain itu adalah kain itu direntangkan dan dipegang oleh sedikitnya tiga orang uskup sehingga sangt mungkin ujung kain itu sudah terkontaminasi," papar Wilson.

Keraguan lainnya adalah sampel yang diambil adalah bagian yang sudah diperbaiki dengan menggunakan kain biasa.

"Masalah lain adalah kain itu nyaris terbakar tahun 1532 dan asap kebakaran mengakibatkan banyak pengaruh. Semua faktor inilah yang memungkinkan penelitian karbon menjadi tidak akurat," tambah Wilson.

Lubang pergelangan tangan

Ian Wilson menambahkan penggunaan kain seperti kain kafan Turin itu jauh lebih populer pada abad-abad awal ketimbang pada abad pertengahan. Selain itu, bukti-bukti medis juga memperkuat teori Wilson.

"Memang pada jaman Yesus hidup, ribuan orang dihukum mati dengan cara disalib. Namun, berbeda dapam proses penyaliban Yesus adalah mahkota duri dan di atas kain kafan itu terdapat noda luka tusukan di sekitar kepala yang terluka," tandas Wilson.

Dan meskipun banyak lukisan yang menggambarkan Yesus dipaku pada telapak tangannya, namun kain kafan itu menunjukkan bahwa Yesus dipaku pada pergelangan tangannya.

Cara memaku pada pergelangan tangan, papar Wilson, adalah agar tubuh Yesus tetap bisa tergantung di kayu salib. Tapi bagaimana menjelaskan soal gambaran wajah yang diyakini banyak orang sebagai wajah Yesus di atas kain itu?

"Itu memang hal yang aneh. Kain kafan ini berperan sebagai cetakan negatif badan yang dibungkusnya. Sehingga mungkin Anda akan bertanya benarkan ada kebangkitan Yesus?" tukas Wilson.

Gereja Katolik selalu menolak untuk mempedebatkan soal keaslian kain kafan itu. Namun, Vatikan berharap antara 1,5 sampai 2 juta orang akan datang melihat kain itu. Paus Benedictus XVI direncanakan akan datang ke pameran pada 2 Mei mendatang.

Sebelum pameran digelar Uskup Turin Kardinal Severino Poletto menegaskan arti penting obyek suci bagi Gereja Katolik itu.

"Pameran kain kafan suci adalah sebuah peristiwa rohani dan keagamaan bukan gelaran wisata atau komersial," kata Kardinal Poletto.

Sementara itu Direktur Pusat Sindologi Internasional Turin Bruno Barberis, menegaskan keaslian kain tersebut.

"Banyak penelitian membuktian bahwa noda di atas kain itu adalah darah manusia bukan buatan pelukis. Gambaran yang ditinggalkan memang sebuah citra yang diakibatkan oleh jenazah yang sesungguhnya. Sehingga saya pikir, tingkat keaslian kain kafan ini sangat tinggi, " kata Barberis yang lembaganya giat meneliti soal kain kafan Yesus ini.

Pandangan ilmuwan

Meski demikian, sejumlah ilmuwan tetap meragukan keaslian kain kafan itu. Profesor Gordon Cook dari Pusat Riset Alam Universitas Skotlandia dengan tegas mengesampingkan teori bahwa kain itu telah banyak "terkontaminasi" tangan manusia mengganggu hasil penelitian karbon.

"Metode pra perawatan yang kami lakukan seharusnya mampu menyingkirkan kontaminasi itu," kata Prof Cook yang dikenal sebagai pakar penanggalan karbon.

"Perhitungan karbon kami lakukan di tiga laboratorium berbeda sehingga kami yakin kami telah melakukan perhitungan yang benar," tambah dia.

Satu-satunya pertanyaan saat itu, lanjut Cook, adalah apakah kain kafan itu sudah tercampur dengan kain yang usianya jauh lebih mudah atau tidak.

Sebagian besar ilmuwan yang melakukan penelitian tahun 1988 sudah pensiun atau meninggal dunia. Salah satu peneliti Dr Hans Arno Synal mengingat saat-saat penelitian saat itu dengan baik.

Hans Synal yang kini adalah kepala Laboratorium Fisika Ion Universitas Zurich sangat yakin penelitian tahun 1988 sudah memecahkan misteri.

"Kami sudah melakukan prosedur yang benar dan ketat. Jika ada kontaminasi manusia maka kami akan melihat perbedaan suhu saat kami melakukan pembersihan. Namun, tak ada perbedaan itu," kata Synal.

Soal kain yang digunakan untuk memperbaiki kain kafan, Synal yakin para ahli tekstil saat itu sudah memisahkan semua material yang akan mengganggu penelitian.

Pendeknya, Synal yakin kain kafan Turin adalah kain buatan abad ke-14 bukan kain kafan yang membungkus jenazah Yesus. Meski demikian dia menilai kain itu tetaplah sebuah artefak sejarah yang menarik.

"Kain itu sangat menarik, tidak masalah apakah usianya 2.000 atau 700 tahun. Jadi saya tidak akan menilai apa-apa bagi mereka yang tertarik melihat pameran kain itu. Mungkin saya juga akan pergi melihat. Mengapa tidak? Kain itu sebuah obyek sejarah," tandas Synal.

Soal mengapa sebagian besar orang tidak mau mengakui hasil penelitian itu, Synal memiliki pandangan sendiri.

"Sangat jelas bahwa kain itu bukan berasal dari masa Yesus hidup dan perdebatan soal kain kafan kemungkinan tak akan pernah berakhir. Selalu ada kelompok orang yang percaya bahwa kain itu memang kain kafan Yesus," kata Synal.
Read Post | comments
 
© Copyright Panitia Hari Kiamat 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.